Sunday, 26 March 2017

Amerika Serikat Usir 35 Diplomat Rusia

Jumat, 30 Desember 2016 — 8:01 WIB
Presiden Obama menegaskan tindakan yang diambil terhadap Rusia 'tepat dan perlu'.

Presiden Obama menegaskan tindakan yang diambil terhadap Rusia 'tepat dan perlu'.

AMERIKA– Presiden Amerika Serikat Barack Obama memerintahkan pengusiran 35 diplomat Rusia sebagai balasan atas tindakan menakut-nakuti terhadap pejabat Amerika di Moskow dan operasi maya dalam pemilihan Presiden Amerika.

Presiden Obama menyebut pengusiran ini sebagai balasan yang tepat dan perlu atas usaha-usaha untuk mengganggu kepentingan Amerika.

Moskow membantah semua tudingan Amerika. Seorang juru bicara pemerintah Rusia mengatakan sanksi yang diterapkan Amerika itu tidak sesuai dengan hukum.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (29/12), Presiden Obama mengatakan “semua warga Amerika seharusnya merasa khawatir atas tindakan-tindakan Rusia”.

Sebagaimana diumumkan oleh Departemen Luar Negeri Amerika, 35 diplomat Rusia yang bekerja di Kedutaan Besar di Washington DC dan Konsulat Jenderal di San Francisco dinyatakan sebagai “persona non grata” atau orang-orang yang tidak diinginkan.

Mereka bersama keluarga mereka diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan wilayah Amerika Serikat.

Dua kompleks Rusia di Maryland dan New York, yang disebut para pejabat Amerika sebagai tempat pengumpulan informasi intelijen, juga ditutup.

Ditambahkan oleh Obama bahwa tindakan balasan lain akan ditempuh, tidak semuanya diumumkan.

Presiden yang masa jabatannya hampir habis itu juga mengumumkan Amerika akan membuka informasi teknis yang berkaitan dengan peretasan Rusia.

Tujuannya, menurut Obama, adalah untuk membantu pihak-pihak berwenang di Amerika serta di negara-negara lain dalam mengindentifikasi, melacak dan kemudian menggagalkan kampanye global Rusia dalam aktivitas maya yang jahat.

Sebelumnya, presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menampik kemungkinan negaranya akan melakukan balasan atas dugaan Rusia mencampuri pemilihan presiden yang dimenangkan olehnya.(BBC)