Sunday, 28 May 2017

Sapu Bersih Aparat Kotor

Jumat, 30 Desember 2016 — 5:51 WIB

DI penghujung tahun 2016, wajah Polri tercoreng akibat ulah oknum kapolsek yang diduga main mata dalam kasus narkoba. Kapolsek Pamulang, perwira berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) kena operasi tangkap tangan (OTT) tim Divisi Propam Polri dalam kasus dugaan pungli Rp10 juta pada pihak berperkara.

Ibarat ‘nila setitik rusak susu sebelanga’, ulah segelintir oknum nakal telah mengotori institusi. Sederet prestasi yang telah dicapai Polri, dinodai oleh tindakan tidak terpuji beberapa anggotanya. Ini tentu sangat merugikan institusi.

Main mata dengan pihak berperkara, sebelumnya juga diduga dilakukan oleh AKBP Brotoseno, perwira menengah di Dit. Tipikor Bareskrim Polri yang juga mantan penyidik KPK. Brotoseno kini sedang menghadapi proses hukum.

Kita memang wajib menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah terhadap tersangka yang sedang diproses, sebelum ada kekuatan hukum tetap. Tetapi penangkapan kedua perwira menengah tersebut menggambarkan, upaya keras Polri membangun kepercayaan masyarakat (trust building) belum sepenuhnya didukung anggota.

Dalam catatan Mabes Polri, sepanjang tahun 2016 sebanyak 6.662 kasus pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota. Angka ini memang menurun sekitar 19 persen dibanding 2015, yaitu 8.147 kasus. Pelanggaran kode etik pada 2016 tercatat 1.671 kasus, meningkat dibanding tahun sebelumnya yakni 630 kasus. Sedangkan pelanggaran pidana pada 2016 terjadi 359 kasus, tahun lalu 468 kasus, berarti ada penurunan.

Jika diakumulasi, tahun ini jumlah anggota yang melanggar disiplin, kode etik maupun pidana, hampir 2 persen dari total jumlah anggota Polri yang kini mencapai 450 ribu personel.

Meski jenis pelanggaran berat (pidana) hanya 0,05 persen, tapi total jumlah aparat kepolisian yang melakukan melanggaran termasuk cukup tinggi.

Melangkah memasuki 2017, Polri harus terus berbenah diri. Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, citra Polri harus lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Ekspektasi masyarakat begitu besar terhadap lembaga kepolisian, dan jangan sampai tidak sesuai dengan realita. Sapu bersih aparat kotor, supaya tidak menjadi duri di dalam daging. **