Monday, 24 September 2018

Kapal Zahro Diduga Kelebihan Penumpang 247 Orang

Senin, 2 Januari 2017 — 0:01 WIB
reuters

reuters

JAKARTA (Pos Kota) -Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono memastikan, kapal penumpang Zahro Express yang terbakar di perairan Jakarta Utara bukan milik Pemprov DKI. Kapal wisata itu milik perorangan atau swasta.

Meski demikian, Pemprov tetap akan memfasilitasi kapal tersebut karena berada di bawah tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya sedang penyelidikan.

Dikatakan, Wakil Kapolda Metro Jaya Brigjen Suntana yang datang juga akan melakukan evaluasi seluruh Manajemen Pelabuhan Muara Angke. “Termasuk SOP kepemilikan dan pengelolaan kapal,” kata Soni –panggilan Sumarsono- di sela kunjungannya di RS Atmajaya, Pluit, Jakarta, Minggu (1/1/2017).

Soni juga juga memperkirakan terjadinya kesalahan dalam manifest jumlah penumpang. Disebutkan, dalam manivest penumpang terdaftar 100 nama dengan posisi duduk, namun diperkirakan jumlahnya lebih dari itu.

“Saya dapat informasi kapasitasnya melebihi dari jumlah yang semestinya, sampai 247 orang karena penumpang banyak yang berdiri juga. Inilah yang sedang kita selidiki sampai penyebab terjadinya kebakaran,” ujar Soni. (*)

  • Kusuma

    Perahu2 di muara angke selalu melebihi kapasitas dan pelampung tidak mencukupi akibatnya kapal menjadi panas dan mesin terbakar, karena langkanya kapal2 penumpang yang harganya terjangkau ke kepulauan seribu sedangkan kapal Pemda sangat sedikit padahal peminat wisata membludak.