Thursday, 20 September 2018

Ini Kesalahan Nakhoda Kapal Zahro Express

Rabu, 4 Januari 2017 — 20:25 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Nakhoda kapal wisata Zahro Express telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kebakaran yang menewaskan 23 penumpang di Kepulauan Seribu. M Nali dianggap lalai.

Direktur Polair Polda Metro Jaya, Kombes Hero Hendrianto Bachtiar, mengatakan Nali dijerat dengan pasal 302 UU No. 17/2008 tentang Pelayaran. Sebagai kapten kapal, ia dianggap lalai menjalankan tugas.

“Atas kewenangan dan jabatannya, ia berhak membatalkan pelayaran bila ada hal yang dirasa kurang tepat. Salah satunya jumlah manifes yang tak sesuai dengan kondisi fisik penumpang,” katanya.

(Baca: Delapan Korban Kapal Terbakar Dapat Santunan Rp 200 Juta)

Kapal itu, sambungnya, manifes jumlah penumpang tak sesuai dengan yang ada di kapal. Akibatnya, terjadi hal yang tak diinginkan pada Minggu (1/1/2017) itu.

“Kalau dia sesuaikan antara manifes dengan jumlah penumpang, mungkin tnggak ada masalah,” katanya. “Tapi ini manifes tertulis 100 tapi faktanya lebih dari 100 penumpang.”

Diakuinya, dalam kebakaran itu kapan tak melebihi kapasitas atau overload. Tapi kelayakan berlayar kapal harus dilihat juga.

“Kelayakan kapal harus dilihat dari berbagai aspek, salah satunya keselamatan,” katanya. “Banyak item hasil penyelidikan yang kita lihat nakhoda tak berperan maksimal.” (*/yp)