Saturday, 19 August 2017

Tahun 2017, Pemerintahan Jokowi Fokus Pemerataan

Rabu, 4 Januari 2017 — 18:17 WIB
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Kabinet Paripurna di Istana Bogor. (Ist)

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Kabinet Paripurna di Istana Bogor. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Tahun 2017 ini pemerintah fokus kepada pemerataan sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Hal itu ditegaskan Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Rapat Kabinet Paripurna, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jakarta, Rabu (4/1).

Rapat tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menteri Kabinet Kerja. “Meskipun kita tahu bahwa angka “gini ratio” kita sedikit membaik, tetapi apapun kalau kita lihat angkanya (kesenjangan) masih pada posisi yang tinggi,” kata Jokowi.

‪Presiden mengajak jajarannya untuk bekerja keras dalam rangka menurunkan angka kesenjangan tersebut. Banyak cara yang akan ditempuh pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut.

“Seperti, kebijakan redistribusi aset dan legalisasi tanah. Sebab itu, agar dilakukan lebih masif lagi. Ini sangat penting karena kita ingin rakyat mendapatkan akses kepada tanah,” tambah Kepala Negara.

Langkah selanjutnya, menurut Jokowi, memperkuat akses rakyat kepada permodalan. Peningkatan akses rakyat kepada permodalan diyakini akan membuat daya kompetitif masyarakat dan inklusi keuangan rakyat akan semakin tinggi.

‪”Saya minta agar ditingkatkan lagi program dalam memperkuat akses rakyat untuk mendapatkan modal. Pada tahun depan KUR (kredit usaha rakyat) harus menjangkau semakin banyak rakyat, semakin besar jumlahnya, dan semakin mudah cara memperolehnya,” tegas Jokowi.

Selain itu, kata Jokowi pemerataan akses peningkatan keterampilan yang juga akan digalakkan. “Peningkatan keterampilan tersebut di antaranya dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi,” terang Jokowi.

‪Menurut Jokowi, sudah ada di Kementerian Tenaga Kerja yang bekerja sama dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri). “Saya kira apabila kementerian yang dilibatkan semakin banyak, maka akses rakyat untuk mendapatkan keterampilan ini benar-benar dalam jumlah yang bukan lagi ribuan tetapi mencapai jutaan,” terang Presiden.

‪Presiden juga mengungkapkan tentang akses masyarakat kepada pendidikan juga terus diupayakan pemerintah agar semakin meningkat.

“Tadi malam saya sudah telepon Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar Kartu Indonesia Pintar diberikan kepada semua anak yatim yang ada di negara kita dan segera ini bisa kita mulai,” tegas Jokowi. (Johara)