Saturday, 19 August 2017

Ternyata Aliran Dana Mengarah ke WIL Suami

Rabu, 4 Januari 2017 — 6:12 WIB
geok[er

WIL itu sebetulnya termasuk proyek padat modal. Jika dana cekak tapi memaksakan diri, nasibnya bisa seperti Aminur, 44, dari Bone (Sulsel) ini. Baru beberapa bulan punya WIL, sudah digerebek Satpol PP, gara-gara istri menemukan aliran dana tidak wajar dari suami pada perempuan misterius.

PP 10 tahun 1983 melarang PNS berpoligami, soalnya gaji PNS itu memang kecil. Untuk membiayai keluarga resminya saja hanya pas-pasan, masak harus dibagi lagi dengan keluarga seri dua-nya. Jika memaksakan diri punya “kendaraan” lebih dari satu, PNS dikhawatirkan lalu memeras otak, bagaimana mendapatkan dana segar untuk membiayai perempuan kedua dan seterusnya itu. Bila ada kekuasaan, paling-paling larinya jadi koruptor.

Aminur seorang PNS di Bone, agaknya tak peduli dengan PP 10/1983 tersebut. Sudah tahu gajinya kecil, eh…..coba-coba punya gebetan baru. Paling ironis, WIL-nya itu masih sangat muda, sebab per 1 Januari 2017 kemarin usia Miranda baru 21 tahun. Usianya sepantar dengan anak sulung Aminur sendiri di rumah. Ibarat makanan, kok tega juga “melahap”-nya. Apakah tidak ingat pada anak-anaknya?

Tapi setan memang telah membutakan Aminur. Biar Miranda sepantar putri sendiri, tetap jalan terus. Justru yang masih muda-muda seperti itu lebih menggairahkan. Kalau mangga baru mengkel-mengkelnya, enak buat rujakan. Ada asem ada manisnya begitu, ditambah cabe dan gula berikut terasi, sedap sekali itu.Ohah, ohahhhhh…….

Mau koleksi atau ganti-ganti bini, harus banyak duit. Jika dana pas-pasan, mending fokus pada istri yang satu-satunya itu. Toh sebetulnya rasanya sama saja. Sebab sesungguhnya wanita itu tak ubahnya kue biskuit Kong Guan atau Roma. Bentuk boleh macem-macem, tapi rasanya sih sama saja.

Ternyata Aminur yang sudah kadung kesengsem pada Miranda, jadi nekat. Untuk menutup dana operasional bersama doinya, dia mulai mengurangi pos-pos di rumah. Awalnya hanya 5 persen, 10 persen, sampai akhirnya mencapai 50 persen dari gajinya. Tentu saja istri jadi curiga. Lari ke mana saja gaji suaminya selama ini?

Ny. Windy, 40, layak curiga, sebab suami selalu memberi alasan-alasan yang tidak masuk akal. Apa perlu dilaporkan ke BPK di Jakarta? Tapi suaminya selaku pengguna anggaran kan tak memakai dana APBN. Akhirnya Windy sampai pada keyakinan bahwa suaminya pastilah punya WIL. Cukup banyak paramater yang menguatkan tuduhan itu.

Beberapa hari lalu diam-diam Windy membuntuti ke tempat kerja suami. Belum juga waktu istirahat, ternyata Aminur pergi ke rumah kos-kosan di Jalan Andi Pawe, Kelurahan Biru, Kecamatan Taneteriattang. Ternyata di sana sudah menunggu wanita muda cukup cantik. “Ini dia rupanya yang bikin suamiku jadi koruptor rumahtangga,” gumam Windy.

Ketika Aminur dan wanita itu masuk ke dalam, Windy segera minta tolong Satpol PP untuk menggerebeknya. Awalnya tak dibukakan pintu, baru setelah didobrak, pintu dibuka. Di dalam nampak Miranda setengah telanjang, rupanya tengah “nyervis” oknum PNS itu. Saking emosinya, Windy langsung menyerang WIL suaminya tersebut. Dengan sigap Satpol PP melerainya dan dibawa ke kantor Pemda Bone untuk diselesaikan secara baik-baik.

Paling-paling diturunkan pangkatnya, gara-gara turunkan celana. (JPNN/Gunarso TS)