Monday, 11 December 2017

2017 Ikat Pinggang Kian Kencang

Kamis, 5 Januari 2017 — 5:20 WIB

MASYARAKAT agaknya harus kian mengencangkan ikat pinggang. Awal tahun 2017 masyarakat dihadiahi naiknya tarif listrik bagi pelanggan 900 watt, di tengah pelayanan yang masih ‘byar pett’.

Listrik 900 watt penggunanya mayoritas masyarakat menengah ke bawah, di mana dari 22 juta pelanggan 4 juta di antaranya masih menikmati subsidi. Listrik 900 watt pelanggannya selain rumah tangga, juga sektor industri kecil.

Awal tahun ini juga, pemerintah mengeluarkan PP nomor 60/2016 tentang penaikan biaya mengurus STNK dan BPKB, dan nilai kenaikannya sangat signifikan, mencapai 300 persen. Kenaikan tarif setinggi ini yang merasakan tentu golongan ekonomi menengah ke atas.

Di luar perkiraan, pemerintah juga menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax, masing-masing sebesar Rp300 rupiah/liter. Solar dan Premium juga disebutkan bakal naik. Kenaikan harga BBM ini cukup mengejutkan karena sebelumnya tidak diumumkan. Padahal belum sebulan, tepatnya Desember 206, harga Pertamax dan Pertalite sudah naik Rp150 rupiah/liter.

Agaknya, pemerintah cukup ‘adil’ karena baik masyarakat ekonomi menengah ke bawah maupun level menengah ke atas, sama- sama merasakan imbasnya. Seperti diketahui, kenaikan tarif listrik dan BBM terutama jenis solar akan menimbulkan efek domino dan bakal memukul perekonomian rakyat.

Dipastikan, semua harga kebutuhan pokok tidak mau ketinggalan, ikut melambung karena biaya produksi juga bertambah. Bisa ditebak, rakyatlah yang akan menanggung beban berat. Padahal kondisi ekonomi masyarakat saat sudah sulit.

Situasi ini bisa membuat masyarakat kian pesimistis dan skeptis. Betapa tidak, beban sehari-hari saja saat ini sudah berat, daya beli masyarakat semakin hari semakin menurun. Alamak, kenapa pemerintah seperti panik menaikkan semua tarif dan harga-harga demi mengatasi defisit anggaran.

Kalaupun pemerintah menghadapi persoalan defisit anggaran, semestinya jangan dibebankan kepada rakyat. Pemerintah justru harus segera membuat kebijakan yang tepat sebagai solusi mengatasi kekurangan anggaran, baik kebijakan dari sisi pembiayaan dalam dan luar negeri, serta meningkatkan pendapatan nasional. Jangan masyarakat yang sudah mengencangkan ikat pinggang, dipaksa lebih kencang lagi mengikat pinggang. **