Tuesday, 25 July 2017

Nasi Goreng & Menggoreng Isu

Kamis, 5 Januari 2017 — 6:36 WIB
nasigoreng

MEMBACA judul berita “Nurhadi dipanggil ke Istana Bogor” pasti bayangan orang mengarah ke Nurhadi yang mantan Sekretaris MA itu. Di kala isu reshuffle menghangat, dia dipanggil Jokowi, apakah mau dijadikan menteri? Hebat bener ya? Ternyata, yang dipanggil Presiden itu Nurhadi yang tukang nasi goreng dekat Istana Bogor. Rupanya Presiden Jokowi ingin menjamu para menterinya dalam rapat kabinet, dengan menu nasi goreng tradisional.

Kemarin menteri mengikuti sidang kabinet di Istana Bogor. Saat istirahat makan siang dengan menu nasi goreng plus sate ayam, memang lezat. Tambah lezat lagi rasanya, karena Presiden Jokowi mengumumkan sekaligus menjamin bahwa tidak ada reshuffle. Tentu saja ini sangat melegakan bagi para menteri yang dinilai berapot merah.

Nasi goreng itu memang menu populer di kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak. Suami boleh tidak tahu menu-menu masakan yang lain, tapi menu bikin nasi goreng pasti lebih banyak yang tahu. Soalnya di banyak kesempatan banyak dilombakan masak nasi goreng dengan peserta kalangan bapak.

Di Solo tahun 1970-an, di kotanya Jokowi ada nasi goreng terkenal enak bikinan RM Sari di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari. Bahkan di Hotel Indonesia tahun 1960-an, ketika hotel itu kali pertama dibuka, menu nasi goreng HI sampai diberitakan koran karena harga seporsinya Rp1.000,- Di kala orang berebut antre beras, nasi goreng harga selangit memang menarik perhatian.

Di era digital yang kumuh dengan jagad medsos, isyu nasi goreng tidak lagi menarik. Yang membetot perhatian publik justru kelakuan sekelompok orang yang suka menggoreng-goreng masalah. Persoalan yang sebetulnya sepele, sengaja dikompori lewat medsos agar membesar dan bikin heboh.

Agar lebih heboh lagi, sejumlah orang yang ahli soal ITE sengaja bikin berita-berita hoax, agar situasi menjadi kacau. Paling menyedihkan, ada sekelompok orang yang kerjanya begituan di jagad maya. Dia dapat uang, masa yang terbakar emosi sehingga mengancam keutuhan NKRI. – gunarso ts