Sunday, 15 September 2019

Penerapan E-tilang Efektif, Denda Cukup Transfer, Tak Perlu Sidang

Kamis, 5 Januari 2017 — 19:52 WIB
POLISI melakukan tilang kepada pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta,(toga)

POLISI melakukan tilang kepada pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta,(toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Tingkat kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap aturan lalu lintas masih rendah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pengguna jalan yang ditilang petugas Kepolisian karena melanggar aturan saat berkendara.

Saat ini pemerintah tengah menerapkan sistem E-tilang bagi pelanggar lalulintas. Dengan sistem tersebut, pelanggar kini lebih mudah jika ingin memproses denda tilang karena bisa dilakukan dengan cara transfer ke bank swasta tanpa harus melalui proses sidang.

E-tilang selain mempermudah masyarakat untuk memproses denda yang harus dibayar, juga diharapkan bisa menghilangkan praktek pungutan liar (pungli) atau percaloan yang meresahkan masyarakat.

Taufik, salah satu pelanggar lalulintas ganjil-genap di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mengaku melanggar lalulintas karena tidak pernah melintas di jalan tersebut. Setelah ditilang dan mengikuti prosedur baru e-tiang, pria asal Sukabumi ini berpendapat bahwa proses E-tilang yang dirinya dapat sangat membantu.

“Nggak tau (ganjil-genap) soalnya nggak pernah lewat sini, baru sekarang ini,” ujarnya setelah diberhentikan petugas Kepolisian, Kamis, (5/1/2017). “Ternyata, E-tilang efektif ya. Enggak ribet, kan nggak harus sidang,” imbuhnya.

Bripka Hidayat, salah satu anggota Polisi lalu lintas dari Gatur (Pelangaran Peraturan) mengatakan, untuk angka pelanggar lalulintas ganjil-genap masih tinggi. Bahkan tak hanya melanggar, saat mencoba diberhentikan tak sedikit yang justru malah tancap gas.

“Itu buktinya masih banyak pelanggar genap ganjil. Tadi tau sendiri kita berhentikan aja seperti itu langsung kabur nggak mau kita berhentikan padahal dia salah,” katanya.

“Masih banyak pelanggar lalulintas, karena kita masih melakukan penindakan. Kalau kita sudah tidak ada penindakan berarti masyarakat sudah pada taat,” lanjutnya.

Dengan E-tilang dijelaskan Hidayat, nantinya pelanggar bisa langsung mengambil surat resmi yang ditahan Polisi setelah menyerahkan bukti transfer dari Bank Swasta. (Yendhi/win)