Sunday, 28 May 2017

Target Ekspor Mobil Meningkat 10 Persen

Kamis, 5 Januari 2017 — 7:26 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

VOLUME ekspor mobil ditargetkan naik 10 persen tahun 2017. Pencapaian target tersebut akan didorong dengan kebijakan pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan makin agresifnya prinsipal memproduksi kendaraan global.

“Saya optimistis karena pemerintah bersama pelaku industri otomotif di dalam negeri bertekad mewujudkan Indonesia menjadi basis produksi industri kendaraan bermotor serta komponennya di ASEAN bahkan dunia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, baru-baru ini.

Menperin mengatakan, untuk mendongkrak pasar ekspor, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina terkait pembahasan tentang peningkatan standar emisi dari Euro II ke Euro IV.

“Kami minta supaya Pertamina sudah bisa menyiapkan (suplai bahan bakar yang mendukung standar emisi tinggi) dengan target tahun 2019 atau 2020. Saat ini Pertamina sudah menyiapkan kilang,” kata Airlangga sambil mengatakan Kementerian Perindustrian serius mengkaji pemberlakuan standar Euro IV, karena bermanfaat dari sisi lingkungan
dan juga industri.

“Pelaku industri otomotif di dalam negeri diharapkan memprioritaskan produksi kendaraan yang ramah lingkungan sehingga memenuhi standar emisi kendaraan Euro IV. Kami juga tengah menyiapkan roadmap-nya,” ujar Airlangga.

Untuk menggenjot ekspor, lanjutnya, para prinsipal harus memperbanyak produksi kendaraan yang diminati pasar global saat ini, seperti tipe sedan dan SUV. “Selama ini di Indonesia lebih banyak memproduksi model MPV,” tambah Airlangga.

Menperin juga meminta kepada pelaku industri otomotif nasional untuk lebih memperdalam struktur industrinya melalui peningkatan kemampuan industri komponen.

Industri otomotif juga memberikan efek ganda cukup besar terhadap kegiatan sektor ekonomi lainnya, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai 1,5 juta orang yang tersebar dari industri perakitan, industri komponen lapis pertama, kedua, dan ketiga, sampai di tingkat bengkel resmi sales, service, dan spare parts.(tri)