Saturday, 20 October 2018

SJK Sekcam Jagakarsa

JPO Tanjung Barat Goyang, Baut-baut Kendur Dikencangkan Lagi

Jumat, 6 Januari 2017 — 14:07 WIB
Sekretaris Kecamatan Jagakarsa, Mundari (berdiri kanan), Lurah Lenteng Agung, Satia (berdiri kiri) memonitor warga RW 01 Lenteng Agung yang sedang mengencangkan baut-baut di JPO Lenteng Agung, Jaksel. (Rachmi)

Sekretaris Kecamatan Jagakarsa, Mundari (berdiri kanan), Lurah Lenteng Agung, Satia (berdiri kiri) memonitor warga RW 01 Lenteng Agung yang sedang mengencangkan baut-baut di JPO Lenteng Agung, Jaksel. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Lantai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tanjung Barat, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sebagian besar baut-bautnya mengendur, terungkap saat monitoring Silaturahmi Jumat Keliling (SJK) di RW 01 Lenteng Agung oleh Sekretaris Kecamatan Jagakarsa, Mundari.

“Saya mengapresiasi kepedulian warga yang gerak cepat menyambangi JPO ini untuk mengencangkan baut-baut lantai agar nyaman dilintasi masyarakat,” kata Mundari didampingi Lurah Lenteng Agung, Satia saat SJK di lokasi, Jumat (6/1).

Di kesempatan tersebut, Ketua RW 03 Bowo menjelaskan warga setempat khawatir dengan kondisi JPO yang semakin memprihatinkan. Terutama lantai yang setiap dilintasi terasa bergoyang dan membel.

Setelah ditelusuri ternyata mayoritas baut sudah mengendur dan bahkan ada yang terlepas. “Kami mengantisipasi hal-hal terburuk, sehingga langsung kami benahi baut lantai JPO ini agar kembali kokoh,” tandas Bowo yang juga tokoh warga.

Kendati begitu baik Bowo maupun warga setempat mendesak instansi yang berwenang supaya rutin mengerahkan petugas untuk mengecek kondisi JPO tersebut maupun infrastruktur lainnya. “Jangan sampai tunggu ada korban jiwa, baru petugas bergerak,” timpal warga lainnya.

Mundari dan Satia berjanji akan menindaklanjuti keluhan dan usulan warganya ke pihak terkait. Keduanya juga berharap jangan sampai sesuatu terburuk menimpa warganya akibat minimnya pengawasan JPO serta fasilitas publik yang lain.

Sementara itu saat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RW 01, tim bersama kader Jumantik menyisir 659 bangunan dan rumah. Hasilnya 98 bangunan atau 85,12 persen ditemukan jentik nyamuk.

Menanggapi temuan ini Mundari kembali mengingatkan segenap warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan menggenjot PSN dan kerja bakti rutin.

Selain itu pengawasan lingkungan juga harus dikebut, agar tidak mengganggu situasi kamtibmas. Terlebih beberapa bulan lalu di kawasan Lenteng Agung, petugas menggerebek rumah yang merupakan sentra peredaran minuman keras. (Rachmi/win)