Sunday, 28 May 2017

Kok Beli yang Bajakan, Sih?

Jumat, 6 Januari 2017 — 6:12 WIB
bajakan

GITAR dibanting, drum dilempar, sound pun tak urung dari amukan pemain band. Dalam gambar lain, ada puluhan piringan hitam diinjak-injak sampai remuk. Begitulah gambaran satu video lagu barat. Tidak jelas apa maksudnya. Apa sekadar main sadis-sadisan, biar serem? Nggak tahu deh.

Bagi orang awam melihat alat-alat musik yang mahal, apalagi ada juga piringan hitam yang sudah langka, dihancurkan begitu saja, kayaknya sayang ya?

Ya, tema dari cerita video dalam lagu tersebut memang begitu adanya merusak barang, alat-alat musik. Kalau begitu adanya, sangat disayangkan itu barang dirusak begitu saja. Yang dikhawatirkan juga, ketika para penggemar band tersebut akan meniru. Maklum bagi para penggemar apalagi yang sampai tergila-gila, akan mengikuti idola mereka sekalipun itu perbuatan jelek.

O, ternyata asyik juga ya merusak. Kalau yang dirusak barang sendiri, ya biarkan saja. Tapi kalau barang orang lain? Kan jadi nggak baik, tuh. Pernah kan terjadi massa mengamuk sehabis nonton konser, dan merusak apa saja sepanjang jalan yang dilalui mereka?

O, ya kembali pada soal alat-alat musik yang dirusak, termasuk piringan hasil rekaman. Mungkin juga yang dirusak itu barang tiruan? Misalnya, piringan atau keeping CD/VCD hasil rekaman bajakan? O, kalau gitu ya setuju. Libas saja, deh. Jangan kasih ampun!

E, Bung, tapi tunggu dulu. Mengapa ada bajak membajak lagu, dan masyarakat mau juga membeli hasil bajakan? Ternyata, yang pertama lemahnya tindakan hukum. Pembajak masih berani karena ada yang bisa diajak kongkalikong, ada yang bisa disogok. Kedua harga barang bajakan murah. Nah, masyarakat, walau pun ini nggak dibenarkan atau katakanlah yang bajakan itu nggak bermutu, tapi akan memilih yang murah,dong?

Nah, sekarang bagaimana caranya, agar tidak ada bajakan, tidak ada yang palsu-palsu, tapi harga barang murah? Mungkin, ya ini baru mungkin, begini caranya; berantas pembajakan sampai keakar-akarnya. Birokrasi nggak berbelit, jadikan ongkos produksi murah. Bisa nggak? –massoes