Monday, 11 December 2017

Ratu Swedia Mengaku Istana yang Ditempatinya Berhantu

Jumat, 6 Januari 2017 — 0:38 WIB
Film dokumenter Swedia mengeksplorasi kehidupan kerajaan di Drottningholm Palace.

Film dokumenter Swedia mengeksplorasi kehidupan kerajaan di Drottningholm Palace.

RATU Silvia dari Swedia percaya bahwa istana kerajaan yang ia tempati berhantu. Hal ini dia paparkan dalam sebuah film dokumenter yang akan ditayangkan di televisi publik Swedia pada Kamis (05/01).

Ia mengatakan bahwa dirinya tinggal bersama “teman-teman kecil..hantu” di Drottningholm Palace, istana yang didirikan sejak Abad ke-17.

“Suasananya benar-benar menarik, tapi tidak membuat saya takut,” katanya kepada pembuat film dokumenter berjudul Drottningholm Palace: A Royal Home yang diproduksi oleh lembaga penyiaran publik SVT

ratu-swedia

Ratu Silvia mengatakan kepada para pembuat film dokumenter bahwa ia tidak takut terhadap makhluk-makhluk halus yang ada di istananya.

Bangunan yang berlokasi dekat Stockholm itu adalah kediaman tetap Ratu dan suaminya, Raja Carl XVI Gustaf.

“Kadang-kadang Anda merasa bahwa Anda tidak benar-benar sendirian,” kata Ratu Silvia kepada para pembuat film.

Dia bersikeras bahwa teman-teman yang ia duga sebagai makhluk halus “semuanya sangat ramah”.

Puteri Christina, adik raja, mengamini pengakuan sang Ratu saat ia diwawancarai untuk film dokumenter itu.

“Ada banyak energi di rumah ini. Akan menjadi aneh jika makhluk-makhluk itu tidak berubah rupa,” kata sang putri.

Situs Swedia The Local bergurau bahwa “para pemburu hantu amatir dan berani” bisa mengunjungi istana untuk menguji kebenaran rumor tersebut.

Mereka menyebutkan: “Drottningholm Palace terbuka untuk umum sepanjang tahun, kecuali kamar-kamar yang berada di sayap selatan, yang diperuntukkan bagi para bangsawan dan teman-teman hantu mereka, mungkin.”

Ratu Silvia, 73 tahun, menikah dengan Raja Carl, 40 tahun yang lalu dan sekarang menjadi ratu Swedia terlama.

Ia adalah putri dari seorang pengusaha asal Jerman dan seorang perempuan Brasil.

Dalam bukunya yang berjudul The Royal Year tahun 2015, ia mengatakan kepada seorang pewawancara bahwa ia merasa kesepian di tahun pertamanya sebagai ratu dan merasa sulit hidup di sebuah istana yang didominasi oleh laki-laki.

“Semua orang punya niat baik. Semua orang ingin mendukung saya dan ada di sana. Dan raja begitu baik. Tapi saya kesepian,” katanya.

Ia dirawat di rumah sakit sebelum Natal, setelah mengalami pusing, namun diperbolehkan pulang dua hari kemudian.(BBC)