Friday, 21 September 2018

Soal Kampung Akuarium, Anies Kritik Keras Ahok

Minggu, 8 Januari 2017 — 20:58 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(ikbal)

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan menilai pemerintah harus bertanggungjawab atas penderitaan warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara yang menjadi korban penggusuran. Ia mengatakan mereka menjalani hidup dengan terlunta-lunta usai rumahnya diratakan dengan tanah.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini melihat hal itu terjadi karena Pemprov DKI Jakarta tidak mempunyai solusi bagi warga yang terkena dampak penertiban. “Pemerintah harus tanggung jawab, karena menggusur tanpa ada rencana pembangunan. Yang jelas mereka terlunta-lunta begitu,” katanya usai mengikuti rapat akbar kader Gerindra di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/1/2017).

Melihat penderitaan warga yang tetap bertahan di atas reruntuhan rumahnya, Anies menekankan akan mengedepankan kepemimpinan dengan dasar kemanusiaan. “Bukankah mereka menderita selama berbulan-bulan. Disitu menurut saya kenapa kita perlu mengembalikan Jakarta lebih manusiawi,” tandas Anies.

Penggagas kegiatan Indonesia Mengajar ini menyatakan langkah-langkah yang haris dilakukan untuk mengembalikan kehidupan warga Kampung Akuarium. Anies menuntut Pemprov DKI Jakarta mengembalikan tempat tinggal mereka.

“Nomor satu kembalikan dulu tempat mereka. Pemerintah harus tanggung jawab. Yang ke dua tata penghidupannya sehingga mereka menjadi bagian dari perekonomian daerah situ. Apalagi wisatanya bagus,” tegasnya.

Pada Sabtu (7/1/2017) pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beserta Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi Kampung Akuarium. Mereka bertemu dengan warga yang masih bertahan di lokasi penggusuran dengan mendirikan tenda-tenda besar.

Kampung Akuarium rata dengan tanah sebagai dampak penggusuran oleh Pemprov DKI Jakarta pimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias AHok, pada 11 April 2016. Warga direlokasi ke rumah susun Rawa Bebek, Jakarta Timur. Beberapa warga yang menolak relokasi tetap bertahan dengan mendirikan tenda sebagai tempat tinggal. (ikbal/yp)

  • Rahmat Setiawan

    saya harap warga memberikan amanah kepada anies-sandi untuk memimpin jakarta #SalamBersama