Saturday, 26 May 2018

Ini Sanksi dari KPU DKI Jika Paslon Tak Ikut Debat Pilkada

Senin, 9 Januari 2017 — 17:32 WIB
Pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta menunjukkan nomor urut peserta PIlkada DKI Jakarta (julian)

Pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta menunjukkan nomor urut peserta PIlkada DKI Jakarta (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mewajibkan semua pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta mengikuti debat, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/1/2017). Sanksi tegas akan dikenakan kepada paslon yang tidak ikut debat.

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno memaparkan ada banyak sanksi yang akan dikenakan. Antara lain, penghentian iklan tayangan kampanye. “Sanksi pertama berupa penghentian iklan tayangan kampanye, yang nantinya iklan tersebut akan digencarkan pada 29 Januari hingga 11 Februari,” katanya, Senin (9/1/2017).

Sanksi lainnya, KPU akan menyebarkan melalui media sosial mengenai ketidakhadiran calon kepala daerah pada debat cagub-cawagub DKI 2017 yang digelar oleh KPU. Sumarno pun mengaku sudah menyosialisasikan tentang hal ini kepada semua paslon.

“Semua pasangan calon melalui tim kampanyenya sudah mengkonfirmasi kehadiran di debat Cagub dan Cawagub DKI Jakarta,” imbuhnya.

Sementara, Komisioner KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar mengungkapkan, tanggal yang telah ditetapkan untuk debat-debat oleh KPU merupakan hasil dari rapat koordinasi dengan setiap tim kampanye paslon. Untuk itu, menurutnya, seharusnya tidak lagi ada alasan paslon tidak hadir.

“Apabila ada yang tidak hadir, maka harus disertai dengan alasan tertulis dan krusial, misalnya sakit atau tiba-tiba meninggalkan Jakarta, hal yang betul-betul urgent,” katanya.

Debat Cagub dan Cawagub oleh KPU DKI Jakarta akan digelar tiga kali. Selain pada 13 Januari, yakni 27 Januari, dan 10 Februari.  Debat itu akan disiarkan beberapa stasiun televisi. KPU DKI juga mengundang perwakilan dari pendukung para paslon masing-masing berjumlah 100 orang.

Paslon cagub-cawagub DKI Jakarta sesuai nomor urut 1, 2 dan 3, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi),  Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot), dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi. (julian/win)