Friday, 24 March 2017

Makan Cabe Itu Menjadi Hak Semua Anak Bangsa

Senin, 9 Januari 2017 — 7:53 WIB
cabai

SEPERTINYA makan cabe itu sudah menjadi hak semua anak bangsa. Orang Indonesia tak bisa hidup tanpa cabe. Makan nasi, pakai sambal. Makan bacem tempe atau tahu, juga sambil nyeplus (makan) cabe. Padahal sebetulnya cabe itu hanya asesori orang makan. Tapi gara-gara cabe, Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan kepedasan jadi sorotan.

Dalam kondisi normal dewasa ini, mestinya harga cabe di Jakarta pada kisaran Rp 30-40.000,- perkilo, tapi sekarang melejit mencapi Rp 120.000,- hingga Rp 150.000,- Di Yogyakarta sampai Rp 70.000,- Surabaya Rp 100.000,- bahkan Samarinda bertengger pada angka Rp 200.000,- Maka tak mengherankan, koran-koran pun mengambil judul: harga cabe semakin pedas!

Dua menteri di Kabinet Kerja ternyata jawabnya ngrujak sentul, siji ngalor siji ngidul. Menteri Pertanian Amran Sulaiman bilang, pasokan aman, hanya tidak merata. Sedangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto beralasan, produksi cukup tapi karena hujan berkepanjangan jadi busuk. Nah, ketika harga cabe terus menggila, bagaimana dalam situasi gawat darurat ini para ibu rumahtangga mendiversikasi menu dengan merica saja sebagai pengganti rasa pedas?

Menghadapi krisis cabe tersebut kemarin Mentan Amran Sulaiman memberi solusi akan mengirimkan 10 juta bibit cabe di seluruh ibu-ibu PKK di Indonesia. Para ibu-ibu diminta menanam cabe di rumah masing-masing. Bagi daerah pedesaan, itu tidak masalah. Tapi di daerah perkotaan seperti Jakarta di mana banyak warga yang tak punya halaman, mau ditanam di mana?

Jangan-jangan gagasan Pak Menteri ini sekedar mengadopsi cara Pak Harto ketika mengantisipasi krisis cabe. Di masa Orde Baru dulu juga pernah terjadi krisis cabe, sehingga kaum ibu-ibu di kota mendapat petunjuk bapak presiden, agar menanam cabe pada pot di rumah masing-masing.

Jika kiat Pak Menteri dipatuhi rakyat seluruh Indonesia, niscaya swasembada cabe akan segera terewujud. Nantinya baik Menperdag maupun Mentan bisa menepuk dada, meminjam istilah Menpen Harmoko di era Orde Baru: stok cabe aman sampai Lebaran. – gunarso ts