Friday, 17 November 2017

Membelikan HP Hanya Janji, Aib Ayah Tiri Dibongkarnya

Senin, 9 Januari 2017 — 8:07 WIB
tiket-hp

YANG banyak janji ternyata bukan hanya Cagub, ayah tiri sebagaimana Jumantri, 33, bisa juga melakukannya. Lewat janji mau belikan HP canggih, Ida, 16, mau saja digauli suami sang ibu. Tapi karena penggaulan sudah berulangkali dan janji itu tanpa bukti, akhirnya Ida buka kartu dan Jumantri pun ditangkap.

Untuk menarik simpati publik, Cagub biasa mengumbar janji. Setiap tuntutan warga disanggupi, baik yang masuk akal maupun tidak. Biar Pak RW rajin kerja, dijanjikan dana setiap tahun Rp 1 miliar, bebas Qlue lagi. Ada pula yang tidak mau banyak berjanji, karena bau kemenangan sudah di depan mata.

Jumantri yang bukan Cagub, ternyata demen juga obral janji. Janji warga Kotim (Kotawaringin Timur) ini memang sederhana, tapi cukup bikin “konstituen” klepek-klepek dibuatnya. Maklum anak ABG, dijanjikan mau dikasih HP canggih yang bisa WA-an, langsung hooh saja. Padahal sampai kenyang dia diobok-obok, HP canggih itu tak pernah terwujud.

Tiga tahun lalu Ny. Menur, 40, ibu Ida menikah dengan Jumantri. Usia terpaut jauh, sehingga bisa disebut janda STNK dapat “brondong”. Brondong jagung memang gurih, tapi “brondong” model Jumantri ini sangat mengasyikkan. Sebab bagi Menur, meski usia jauh lebih muda, tapi sekali diajari langsung bisa. Jumantri memang lelaki cerdas di jamannya.

Tiga tahun lalu Ida masih imut-imut. Tapi sekarang, duile…….dalam usia ABG sudah menawarkan sejuta aroma asmara. Dia tumbuh seksi menggiurkan, sehingga bagi lelaki dinilainya sangat layak ranjang. Celakanya, Jumantri yang berstatus ayah tiri, belakangan juga menaruh minat, siap bersaing dengan para anak muda yang juga berkontes memperebutkan Ida.

Sebagai orang dalam, Jumantri memang lebih menguasai medan. Dia tahu selera anak muda kekinian, yang doyan WA-WA-an lewat HP canggih. Ida juga sangat meminati barang itu, tapi harganya sangat tidak terjangkau. Dia pernah minta pada ibunya, tapi ditolak mentah-mentah. “Main WA-an melulu, kamu nanti jadi lupa belajar,” sergah sang ibu.

Jumantri segera masuk dalam konflik itu. Lagaknya seorang Cagub saja, dia berjanji akan memberinya secara gratis, asalkan mau diajak berhubungan intim seperti layaknya suami istri. Dasar Ida anak tolol, langsung saja percaya pada janji ayah tirinya tersebut. Akhirnya, dia pasrah saja dijadikan medan pelampiasan nafsu.

Celakanya, Jumantri ini ingkar janji. Jika makan sate di warung langsung bayar, Jumantri makan “sate” Ida puluhan tusuk tak juga mau bayar. Katanya, nanti tunggu gajian kantor, ya. Padahal, sampai gajian lewat berulang kali tak pernah juga HP canggih itu datang. Padahal sudah puluhan kali Ida melayani nafsu si ayah tiri.

Sampai setahun tak ada realisasinya, Ida jadi habis kesabarannya. Dia ceritakan skandal itu pada emaknya. Sudah barang tentu Ny. Menur meradang. Sudah nikah sama emaknya, kok masih juga mengincar anaknya. Langsung saja Jumantri dilaporkan ke Polres Kotim dan ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengakui bahwa memang sudah menggauli dan menjanjikan HP, tapi belum ditepati. “Duitnya belum cukup Pak, dianya saja yang tidak sabaran.” Alasan Jumantri mau menang sendiri.

Kamu juga nggak sabaran, anak tiri main sosor saja. (JPNN/Gunarso TS)