Sunday, 28 May 2017

Mau Lihat Pantai atau Sampah?

Selasa, 10 Januari 2017 — 5:50 WIB
pahsa

TINGGAL capenya. Ini buat yang kemarin sepanjang liburan yang panjang juga pergi keluar kota. Bisa pulang kampung, liburan ke beberapa tempat wisata, di dalam mau pun luar negeri. Atau ada yang tidak kemana-mana, drs. alias di rumah saja.

Seperti Bang Jalil, di rumah tidak ke mana-mana, tapi bukan berarti tidak ada di mana-mana. Karena di awal tahun ini, hampir setiap minggu, dia jadi among tamu, yakni sebagai sesepuh sekaligus ketua RT di lingkungannya, namanya selalu teracantum dalam undangan warga. Turut mengundang; Bang Jalil ( Ketua RT)!

Jadi begitulah, mau nggak mau dia harus ‘ Solo Bandung’ alias stand by di rumah, karena mengikuti kegiatan resepsi yang diadakan warga.

Nah, soal cape sama saja kalau dibandimgkan dengan mereka yang habis jalan-jalan. Tapi, yang paling bikin ngiri Bang Jalil, ketika warga yang habis liburan cerita muluk-muluk.

“ Saya di Bali, menikmati sunset, matahari tenggelam di pantai Kuta. Warna warni pelangi, sebagai lukisan Yang Maha Kuasa terlihat cantik. Pokoknya indah banget, deh! “ kata seorang warga.

Si warga berceloteh lagi “ Nanti liburan berikutnya saya dan keluarga mungkin akan ke Lombok, atau bisa juga ke Sumatera. Di pulau Andalas ini banyak banget destinasi wisata. Pilihan wisata tempat- tempat bersejarah. Dan pemandangan alamnya juga luar biasa indah!”

Bang Jalil langsung menyerobot bicara; “ Bagus, tapi tuh sampah berserakan di mana-mana. Masa pantai jadi velbak? Itu yang bikin kotor kan wisatawan pada buang sampah sembarangan. Kasih tahu juga pada pemerintah atau pengelola agar bertanggung jawab, pelihara dengan baik tuh peninggalan sejarah, situs, benteng kuno, goa jangan terbengkalai, rusak tak terpilihara! Emangnya pada suka lihat sampah dan rumput yang menghiasi tempat wisata?” – massoes