Thursday, 30 March 2017

Pejabat DKI Rapat di KA Wisata Lain Kali di Truk Sampah

Selasa, 10 Januari 2017 — 5:55 WIB
soni

PLT Gubernur DKI Soni Sumarsono bilang, 60 % SKPD di Pemprov DKI belum pernah ke Yogyakarta. Maka untuk refreshing tanggal 13-14-15 Januari mandatang pejabat yang kurang piknik itu akan diajak rekreasi ke Yogyakarta naik KA Wisata sekaligus rapat kerja. Karena harga pergerbong Rp 30 juta, maka pejabat itu harus membayar Rp 7 juta.

Jadwal pejabat itu di Yogyakarta. Selain melihat Candi Borobudur di Magelang, juga akan ketemu Ngersa Dalem Sultan HB X, sekaligus melihat Kraton. Ini bisa juga disebut sekalian “napak tilas” sejarah. Pada 3 Januari 1946 Presiden Sukarno dan Bung Hatta naik KA Jakarta – Yogyakarta bersama menterinya, dalam rangka memindahkan ibukota RI ke Yogyakarta, karena Jakarta terus diganggu Belanda. Ketika peristiwa itu terjadi, dipastikan para pejabat DKI tersebut masih di pucuk pring (belum lahir).

DPRD DKI Jakarta yang baru dapat tambahan anggaran lewat APBD 2017
–meski sebagian dicoret Mendagri– yang baru disahkan, menanggapi sejuk (positip) atas rencana Raker ke Yogyakarta ini. Cuma satu yang bilang, sebaiknya pejabat DKI sekali-sekali juga naik truk sampah bersama-sama ke TPA Bantargebang, untuk mengamati bagaimana pengelolaan sampah di DKI yang masih banyak kekurangannya.

Efektifkah Raker di atas gerbong KA Jakarta – Yogyakarta? Tak diketahui jelas. Yang pasti ini sangat membahagiakan, lebih-lebih bagi para pejabat yang sudah “masuk kotak” di masa Ahok aktif, tiba-tiba dipromosikan kembali oleh Plt Gubernur Soni.

Sebagaimana kata Plt Gubernur, hanya 40 % pejabat DKI yang pernah ke Yogyakarta. Bisa jadi mereka memang asal kota itu, bisa juga pernah kuliah di Yogyakarta. Nah, bagi yang baru kali ini ke Yogyakarta, bisa dipuas-puaskan makan gudeg lesehan di Malioboro –lengkap gangguan para pengamennya– atau di Wijilan. Sayang sekatenan baru saja usai, sehingga para pejabat DKI itu tak sempat beli telur asin merah. – gunarso ts