Saturday, 21 October 2017

Puskesmas Ini Kurang Dimanfaatkan Warga

Selasa, 10 Januari 2017 — 23:45 WIB
Puskesmas Pembantu  Desa Srengseng

Puskesmas Pembantu Desa Srengseng

INDRAMAYU (Pos Kota) – Masyarakat Desa Srengseng dan sekitarnya kurang memanfaatkan keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Akibatnya, kondisi Pustu Desa Srengseng itu sering terlihat sepi. Masyarakat Desa Srengseng, rupanya jarang memeriksakan kesehatan di Pustu setempat, sekalipun memeriksakan kesehatan atau berobat di Pustu Desa Srengseng itu gratis alias tidak dipungut biaya. Masyarakat rupanya lebih suka memeriksakan kesehatan atau berobat ke Rumah Sakit.

Kepala Puskesmas Krangkeng, dr.H.Nurpujiyanto mengemukakan, pelayanan kesehatan di Pustu Desa Srengseng dibuka setiap Hari Senin hingga Jum’at. Tak kurang antara 20 sampai 25 warga berobat di Pustu Desa Srengseng. Sebagian besar warga memeriksakan penyakit ringan.

Warga yang berobat di Pustu Desa Srengseng katanya dilayani seorang petugas dari Puskesmas Krangkeng secara bergiliran. Hal ini dilakukan karena Puskesmas Krangkeng masih kekurangan PNS, sehingga terpaksa memanfaatkan tenaga honorer.

Sementara itu pembangunan Puskesmas Juntinyuat dan Puskesmas Kaplongan yang dibiayai dari APBD Pemkab Indramayu Tahun 2015 hingga saat ini kondisinya mangkrak alias belum jadi. Sehingga pembangunan Puskesmas tersebut tidak bisa digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan.

Sebelumnya, pembangunan Puskesmas Bangodua didanani dari APBD Pemkab Indramayu juga terbengkalai. Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan itu menghentikan aktifitas para kuli bangunan sebelum pekerjaan pembangunan Puskesmas Bangodua itu rampung.

Masyarakat Kecamatan Juntinyuat mengharapkan, Pemkab Indramayu dalam hal ini Dinas Kesehatan segera menyelesaikan pembangunan Puskesmas Juntinyuat, karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kami sangat membutuhkan pelayanan kesehatan sehingga sewajarnya Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu segera merampungkan pembangunan Puskesmas Juntinyuat yang terbengkalai itu,” ujar Hatta,57.

Selain Puskesmas Juntinyuat, masyarakat Desa Kaplongan juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu secepatnya menyelesaikan pembangunan Puskesmas Kaplongan yang mangkrak karena keburu ditinggalkan kontraktor.

Kepala Dinas Kesehatan Indramayu dr.Deden Bonny Koswara akan menampung aspirasi masyarakat yang menginginkan pembangunan Puskesmas Juntinyuat, Bangodua dan Kaplongan dilanjutkan dengan mengajukan anggaran baru. (taryani)