Sunday, 28 May 2017

254 Penderita HIV di Indramayu Meninggal

Rabu, 11 Januari 2017 — 0:27 WIB
dr.Sri Silasiah

dr.Sri Silasiah

INDRAMAYU (Pos Kota) – Jumlah penderita HIV di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat cukup fantasis. Sejak tahun 1993 hingga Juni 2016 tercatat 2.320 kasus. Yang memprihatinkan, dari jumlah penderita HIV itu, 254 orang meninggal dunia.

Demikian Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Perawatan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, dr.Sri Silasiah dijumpai Pos Kota di ruang kerjanya, Selasa (10/1).

Menurut dr.Sri Silasiah, terjadinya penyakit HIV itu disebabkan penularan virus HIV melalui berbagai macam cara. Tetapi di Indramayu penularan virus HIV itu paling banyak disebabkan karena hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan.

“Paling tinggi penularan virus HIV di Indramayu itu karena hubungan seks. Walaupun penularannya itu tidak ada dari Ibu ke Anak dan sebagainya. Ada juga virus HIV yang menular ketika membuat Tatto jarumnya tidak bersih. Jarum suntik yang digunakan membuat Tatto itu terkena virus HIV sehingga bisa menular ke orang lain,” katanya.

Penderita narkoba juga kata dr.Sri Silasiah ketika memakai jarum suntik untuk orang banyak, berpotensi menularkan virus HIV. “Tetapi umumnya penularan virus HIV paling tinggi di Indramayu itu dari kasus hubungan seksual,” ujarnya.

Upaya menekan berkembangnya kasus HIV di Indramayu, diakui dr.Sri Silasiah banyak sekali. Salah satunya melalui scrining pemeriksaan HIV dan berbagai macam program. Namun yang penting untuk mencegah penyakit itu adalah discrining ketemu dan diobati sampai tuntas.

Dikatakan, kasus HIV yang timbul setiap tahun di Indramayu itu bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan semata. Akan tetapi tanggung jawab instansi lainnya. Termasuk swasta yang terkait harus ikut ambil bagian dalam penyuluhan dan memberikan penerangan kepada masyarakat dengan maksud agar masyarakat mengerti dan bisa mencegahnya.

Upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu menekan kasus HIV dilakukan dengan cara discrining ditemukan dan diobati dengan segera. “Kasus HIV di Indramayu muncul sejak tahun 1993 dan hingga bulan Juni 2016 mencapai 2.320 kasus. Diantara penderita HIV sebanyak itu yang telah meninggal dunia tercatat sebanyak 254 orang,” ujar dr.Sri Silasiah. (taryani)