Monday, 11 December 2017

3 Pekan Terakhir, Narkoba Senilai Rp15 Miliar Disita Polisi

Rabu, 11 Januari 2017 — 17:25 WIB
Barang bukti narkoba (yendhi)

Barang bukti narkoba (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran narkotika dalam kurun waktu tiga pekan terahir yakni antara 15 Desember sampai 9 Januari. Sebanyak 2.258,42 gram shabu dan 26.560 ekstasi disita dari 12 tersangka, termasuk seorang yang diitembak mati.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mochamad Iriawan menjelaskan, pengungkapan narkoba tersebut dilakukan di tujuh lokasi. Duabelas tersangka diamankan. Seorang di antaranya warga Nigeria. Narkona yang terdiri dari 2.258,42 gram shabu dan 26.560 ekstasi itu nilainya mencapai Rp15 miliar.

“Yang pertama dengan barang bukti 2.330 butir ekstasi dan shabu 2 gram tersangka berinisial FL alias Ed. Ditangkap di Apartemen The Medina, Serpong,” ujar Iriawan dalam rilisnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu, (11/1/2017).

Selanjutnya Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap narkotika jenis shabu seberat 1.500 gram dengan menetapkan dua tersangka yakni AP dan RP dengan TKP di Jalan Raden Saleh, Sudimara Selatan, Celeduk, Tangerang.

“Kasus narkotik lain jenis shabu sebanyak 635 gram, tersangka FF, MR, dab MF. Kemudian IVE di LP Salemba dan AP alias AD di LP Surabaya. TKP nya Kantor Pos Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat,” lanjut Kapolda.

Kemudian, shabu sebanyak 100 gram dengan tersangka SD dengan TKP di Kota Bambu Selatan, Palmerah Jakarta Barat. “Tersangka terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat dilakukan pengembangan,” kata Iriawan.

Di Kost Madala 7 lantai 8, Rawa Belong, Jakarta Barat, narkotika jenis ekstasi sebanyak 230 butir dengan tersangka BP. Shabu 21,42 gram juga diamankan berikut alat timbang dengan satu tersangka berisial SB di Kampung Kopo Kota Depok.

Terahir, narkotika jenis ecstacy dengan barang bukti 24.000 butir diamankan dari tangan ES dan RK alias BG di Hotel Golden Crown, Tamansari Jakarta Barat, dan Appartemen Green Bay, Pluit, Jakarta Utara. “Tersangka RK alias BG terpaksa di tembak mati petugas karena melawan saat akan ditangkap,” tegas Kapolda.

“Dalam pengedarannya, shabu dikemas dan dimasukkan didalam tas koper, bungkus permen, alat pembuat kopi dan mesin tromol motor,” imbunya.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI, nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup dan paling lama 20 tahun pidana serta denda sedikitnya Rp.1 milyar atau paling banyak Rp 10 milyar. (yendhi)