Friday, 24 March 2017

Aneh Ahok Dilaporkan ke Polisi Sebelum Kejadian Penistaan Agama

Rabu, 11 Januari 2017 — 6:44 WIB
Ahok diadili

Ahok diadili

JAKARTA (Pos Kota) – Kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menemukan kejanggalan pada pelaporan saksi Willyuddin Abdul Rasyid Dhani. Saksi keempat yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini merupakan Sekjen Forum Ulama Indonesia Bogor Raya.

Willy, mengaku awalnya melaporkan Ahok dengan tuduhan penistaan agama pada 7 Oktober 2016 di Polresta Bogor.

“Jumat 7 Oktober saya melapor ke Polresta Bogor. Pada 25 Oktober saya kembali mendatangi Polresta Bogor untuk BAP. Pada 21 November 2016 saya mendatangi Bareskrim untuk BAP,” ujarnya saat bersaksi dalam sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Namun tim kuasa hukum menemukan perbedaan yang signifikan pada laporan di Polresta. Dalam Laporan tertulis Willy melaporkan penisaan agama oleh Ahok pada 6 September 2016. Sedangkan pidato Ahok di Kepulauan Seribu terjadi pada 27 September 2016.

“Artinya saksi sudah melaporkan terdakwa sebelum kejadian. Saksi sudah melihat video dari Youtube sebelum ada pidato dari terdakwa. Bagaimana caranya?'” tanya salah seorang kuasa hukum.

Namun Willy berkilah bahwa itu hanya salah ketik dari pihak kepolisian. Pengurus Majelis Ulama Indonesia wilayah Bogor ini menduga polisi lelah karena malam hari.

“Yang ketik bukan saya. Mungkin karena jelang maghrib polisi capek,” kilahnya.

Namun kuasa hukum Ahok mematahkan alasan saksi. Karena menurut surat laporan, di situ tercantum laporan dilakukan pada pukul 11:00 siang.

Tidak hanya soal waktu, dalam surat laporan juga tertulis tempat kejadian berada di Tegalega, Kota Bogor. Sedangkan Ahok diduga menista agama di Kepulauan Seribu. Karenanya kuasa hukum meminta saksi dikesampingkan kesaksiannya.

“Dikesampingkan saja saksi, yang mulia,” kata pensehat hukum.

Trimoelja Soerjadi menambahkan kuasa hukum tidak akan menanyakan saksi karena masih ada kesimpangsiuran saksi palapor. “Yang mulia kami tidak akan lanjutkan sampai clear?” ujarnya.

Setelah sempat bermusyawarah dengan majelis hakim, ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarso memutuskan meminta JPU menghadirkan petugas yang membuat laporan Willy di Bogor.

“Maka demi mencari keadilan, saya perintahkan JPU hadirkan polisi yang membuat ketikan sambil mbawa buku register,” pinta hakim.

Karena kejanggalan tersebut, maka hakim memutuskan untuk menunda sidang sampai minggu depan.

Sidang kali ini berlangsung sekitar 15 jam. JPU menghadirkan empat saksi pelapor yakni Pedri Kasman, Irena Handono, Burhanuddin dan Willyuddin Abdul Rasyid Dhani. Sidang berakhir sekitar pukul 24:00. (ikbal)

  • DKI

    fpi emank sarang penyamun, sarangnya tukang bohong, sarangnya perampok sama sarangnya tindakan asusila. cuma kedoknya doang yang bagus pake agama

  • nkri

    bapal-bapak fpi ini salah ketik mulu… alesannya.
    kemarin fitsa hats juga salah ketik…
    bisanya menyalahkan orang terus.. koreksi diri sendiri dulu pak.

  • zuman

    Yg ketik BAP siapa bro ?
    Emg bpk fpi ketik sendiri BAP nya?
    ?????????