Friday, 24 March 2017

Empat Pembobol ATM Ditangkap Dua Ditembak

Rabu, 11 Januari 2017 — 21:21 WIB
Dua tersangka pembobol mesin ATM BRI yaitu Han dan Ard saat mendapat perawatan di rumah sakit akibat terkena terjangan timah panas

Dua tersangka pembobol mesin ATM BRI yaitu Han dan Ard saat mendapat perawatan di rumah sakit akibat terkena terjangan timah panas

SERANG (Pos Kota) – Empat penjahat spesialis pembobol mesin automatic teller machine (atm) diringkus petugas gabungan Satuan Reskrim Polres Serang dan Serang Kota saat melakukan aksinya di mini market Jalan Raya Banten Lama, Kecamtan Kasemen, Kota Serang. Dalam pencarian barang bukti, dua tersangka dihujani tembakan karena berusaha melawanm polisi.

Keempat tersangka yang kini diamankan di Mapolres Serang Kota yaitu, AJ, 22, warga Cibodas Besar Tangerang, Ma, 21, warga Kembangan, Lampung, Ard, 33, warga Bangun Jaya, Ulungsungka, Lampung Utara dan Han, 30, warga Kota Agung, Lampung Selatan.

Kepala Satuan Reskrim Polres Serang Kota, AKP Panji Firmansyah mengatakan keempat tersangka pembobol mesin ATM ini disergap saat beraksi ATM Indomaret Jalan Banten Lama. Dalam aksinya, dua pelaku membobol dengan cara mengganjal mesin ATM menggunakan obeng.

“Dua pelaku lainnya bertugas mengawasi lingkungan dari dalam kendaraan yang diparkir di pinggir jalan,” ungkap Panji Firmansyah, didampingi Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Gogo Galesung, Rabu (11/1).

Aksi kawanan penjahat ini iketahui karyawan Indomaret dan langsung melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian. Mendapat laporan tim gabungan reskrim yang dipimpin langsung 2 Kasat Reskrim Polres Serang dan Serang Kota langsung melakukan penyergapan dan meringkus tersangka.

“Keempat ami tangkap dan langsung kita amankan ke mapolres untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan,” terang Panji.

Setelah diperiksa, keempat tersangka selanjutnya dibawa untuk mencari barang bukti lainnya. Saat mencari barang bukti tersebut, Han dan Ard a melarikan diri. Karena tidak menggubris tembakan peringatan, tersangka akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.

“Dua tersangka terpaksa kita lumpuhkan dengan timah panas karena tidak mengindahkan tembakan peringatan saat berusaha melarikan diri,” ucap Kasat seraya mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 363 KHUP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (haryono)