Sunday, 23 April 2017

Jepang Pertimbangkan Kaisar Akihito untuk Turun Tahta

Rabu, 11 Januari 2017 — 21:14 WIB
Kaisar Akihito, 82 tahun, mengalami masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kaisar Akihito, 82 tahun, mengalami masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.

JEPANG telah mempertimbangkan perubahan Undang-Undang yang mengijinkan Kaisar Akihito untuk turun tahtanya akhir tahun 2018, seperti dilaporkan oleh media lokal yang mengutip sumber pemerintah.

Putra mahkota Naruhito dapat meneruskan tahta 1 Januari 2019, menurut laporan itu.

Akihito, 83 tahun, mengisyaratkan dia ingin mudur dari tahta, dan mengatakan usianya dapat menghambat tugasnya.

Tidak ada kaisar Jepang yang turun tahta selama dua abad ini dan hukum yang ada tidak mengijinkannya.

Kaisar Akihito akan turun tahta pada 31 December 2018, dan akan digantikan dengan putranya yang berusia 56 tahun.

Daripada mengubah secara permanen hukum untuk mengijinkan kaisar turun tahta, perubahan yang dipertimbangkan akan menjadi salah satu pengecualian.

Kebijakan itu meminggirkan kontroversi diantara kalangan konservatif mengenai perubahan undang-undang suksesi, termasuk apakah seorang perempuan diijinkan untuk meneruskan Tahta Bunga Krisan – sesuatu yang diyakini akan didukung oleh publik Jepang tetapi sejak lama ditentang oleh politisi dari kalangan ultra-konservatif.

Enam anggota panel penasihat untuk Perdana Menteri Shinzo Abe telah mendiskusikan masalah itu sejak Oktober lalu, dan bertujuan untuk mengajukan legislasi itu pada secepatnya pada Mei ini.

Kepada Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga membantah dengan mengatakan kepada wartawan semuanya “masih dalam tahap belum ada arah untuk mengambil keputusan”.

Akihito, yang pernah menjalani operasi jantung dan sempat menjalani perawatan untuk kanker prostat, telah bertahta sejak kematian ayahnya Hirohito, pada 1989.

Dia tidak secara langsung mengatakan turun tahta, karena tabu baginya untuk menyampaikan pernyataan politik. (BBC)