Monday, 26 June 2017

Kembali ke Desa

Rabu, 11 Januari 2017 — 6:11 WIB

PEMERATAAN menjadi fokus kebijakan pemerintah dalam upaya mengurangi kesenjangan sosial yang masih terjadi. Mengurangi gap antara mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih ( orang kaya) dengan yang berpenghasilan pas – pasan ( sebut rakyat miskin) perlu dikurangi, sehingga tidak semakin menimbulkan kecemburuan sosial.

Jika kita bicara pemerataan, tidak bisa melepaskan diri dari pemerataan pendapatan, pemerataan penyerapan tenaga kerja dalam rangka pemerataan kesejahteraan. Hanya saja, pemerataan dimaksud bukan yang sudah berpenghasilan tinggi makin tinggi, sementara yang berpenghasilan kurang tetap berada di bawah. Jika demikian, kesenjangan makin melebar, angka kesenjangan tetap tinggi.

Karena itu kebijakan yang memihak rakyat kecil perlu menjadi prioritas, satu di antaranya lebih membuka akses masyarakat pedesaan mengembangkan usahanya untuk mendongkrak pendapatan.
Kembali ke desa, dengan lebih memprioritaskan pengembangan usaha pertanian dengan membangun sentra – sentra produksi di pedesaan, menjadi sebuah keharusan.

Setidaknya ada tiga manfaat yang didapat dengan mengembangkan sentra produksi pertanian.
Pertama, untuk menyerap tenaga kerja di sektor pertanian yang belakangan kian tahun jumlahnya makin menyusut.

Dalam setahun jumlah tenaga kerja pertanian bisa berkurang sekitar 500 ribu orang. Ini disebabkan, di antaranya makin sempitnya lahan pertanian, setiap tahun sekitar 100 ribu hektar lahan pertanian terkonversi, sementara kemampuan pemerintah membuka lahan baru masih minim. Tak heran, jika arus urbanisasi terus meninggi.

Kedua, dengan mengembangkan sentra produksi pertanian sekaligus sebagai upaya menuju swasembada pangan. Impor bahan pangan terjadi karena stok di dalam negeri pada saat tertentu tidak mencukupi. Jalan pintas dilakukan untuk menambah stok pangan, di sisi lain dimaksudkan untuk mengendalikan harga. Agar tidak selamanya ketergantungan kepada produk impor, maka jalan terbaik adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan produk lokal.

Ketiga, dengan terbangunnya sentra – sentra produksi di setiap desa dengan keunggulan masing – masing, secara berjenjang akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sentra produksi pertanian akan dapat berjalan dengan baik, jika pemerintah mempermudah akses permodalan, melindungi akses distribusi dan pemasaran serta memberikan akses pendidikan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan usaha yang sedang dikembangkan. ( *)