Sunday, 22 October 2017

Mahasiswi Cantik Ini Dibunuh Kakak Kandungnya yang Terbelit Hutang

Rabu, 11 Januari 2017 — 22:08 WIB
Murniati semasa hidup. (ist/ifand)

Murniati semasa hidup. (ist/ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Berebut harta warisan yang menyebabkan Murniati, 22, mahasiswa Muhammadiah tewas di rumahnya Jalan Makmur Cipayung, Jakarta Timur. Korban dibunuh kakak kandungnya setelah sebelumnya cekcok.

Rahman tega menghabisi nyawa adiknnya karena korban enggan menjual rumah peninggalan ayahnya yang selama ini ia tempati seorang diri.

Berdasarkan informasi yang didapat, pembunuhan itu berawal dari terbelitnya Rahman akan hutang yang cukup banyak dan ia terancam diberhentikan dari tempat kerjanya. “Apalagi istri pelaku juga tengah hamil tujuh bulan, itu yang membuatnya pusing untuk mendapatkan uang,” kata seorang perwira kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Berbekal kunci rumah yang dicurinya sejak dua bulan lalu, Rahman mencoba masuk ke rumah peninggalan ayahnya tersebut. Namun, begitu masuk ke dalam, ia langsung dihadang Murni yang kala itu bersiap untuk tidur. “Karena masuknya pelaku membuat Murni kaget dan bingung melihat pelaku masuk dari mana,” ujar sumber itu lagi.

Rahman , kala itu meminta Murni untuk menjual rumah yang menjadi warisan mendiang ayahnya. Namun, Murni melarangnya, karena rumah tersebut juga sebelumnya sudah digadai Rahman untuk membayar hutang. “Kala itu Murni cuma bilang, kalau mau jual rumah yang di sebelah saja, jangan yang ini,” tuturnya lagi.

Mendengar hal tersebut, Rahman naik pitam, pria ini menjadi gelap mata. Kakak kandung korban inipun langsung memukul korban dan membenturkan kepala korban ke tembok. “Setelah itu, pelaku langsung membekap korban hingga tak bernafas. Melihat adiknya tak bernyawa, pria itu pun keluar rumah seperti biasa,” ungkap sumber ini lagi.

(Baca: Terungkap, Ternyata Mahasiswi di Cipayung Dibunuh Kakak Kandungnya!)

Berupaya menghilangkan jejak, sembari pulang korban membuang kunci rumah itu ke pinggir jalan. Pelaku pun akhirnya pulang ke rumah dan berupaya melupakan kalau sebelumnya ia baru membunuh adik kandungnya. “Namun beruntung akhirnya kami bisa meringkus pelaku,” tukas sumber itu lagi.

Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana membenarkan kalau pelaku pembunuhan mahasiswi calon arsitek itu adalah kakak kandungnya. “Pelakunya kakaknya sendiri, namun untuk lebih jelasnya besok akan dirilis oleh pak kapolres,” ungkapnya. (Ifand)