Friday, 24 March 2017

Menang di PTUN, Warga Eks Gusuran Doa Bersama di DPRD Cilegon

Rabu, 11 Januari 2017 — 16:20 WIB
Warga eks gusuran Cikuasa dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, saat melakukan orasi di depan Gedung DPRD dan Kantor Walikota

Warga eks gusuran Cikuasa dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, saat melakukan orasi di depan Gedung DPRD dan Kantor Walikota

CILEGON (Pos Kota) – Warga eks gusuran Cikuasa dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, kembali turun ke jalan, Rabu (11/1). Kali ini warga mengadakan aksi doa bersama di depan Gedung DPRD dan Kantor Walikota. Selain doa bersama, warga pun berniat memberikan surat putusan dari PTUN yang memenangkan warga sekitar.

Cili salah seorang warga mengatakan, pihaknya ingin bertemu dengan DPRD Cilegon untuk menyampaikan surat putusan dari PTUN yang memenangkan warga sekitar.

“Itu adalah karunia Allah. Kebenaran ditunjukan kepada kami. Tolong anggota dewan temui kami,” ujar Cili saat menyampaikan orasi.

Dia mengungkapan, warga selama ini terlantar akibat rumah warga tergusur. Warga meminta hak mereka dikembalikan. “Kami selama 6 bulan kehujanan, kepanasan, kena petir, kedingin. Tapi Allah menunjukkan mana yang benar,” ungkapnya.

Senada dikatakan Jasmin warga korban gusuran lainnya. Dia mengaku kecewa kepada DPRD Cilegon, yang tidak cepat menemui masyarakat. Padahal warga secara etika menyampaikan surat kepada DPRD Cilegon.

“Kenapa pintunya ditutup. Kami tidak anarkis. Kami ingin audensi dan menyampaikan surat putusan PTUN kepada anggota dewan. Kalau kami tidak diterima, kami akan pecat anggota dewan melalui Mendagri,” tandasnya.

Warga yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak melakukan aksi dengan membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi aspirasi. Warga yang mengadakan doa bersama di tengah Jalan Jenderal Sudirman memaksa polisi mengalihkan arus kendaraan. Aksi damai yang dilakukan warga gusuran mendapat pengawalan ketat dari kepolisian Polres Cilegon. (haryono/win)