Sunday, 25 June 2017

Menyiksa Junior Sampai Tewas, 4 Taruna STIP Dikeluarkan dari Kampusnya

Rabu, 11 Januari 2017 — 11:40 WIB
Polisi memeriksa jenazah taruna STIP, korban penyiksaan seniornya di kampus. (ist)

Polisi memeriksa jenazah taruna STIP, korban penyiksaan seniornya di kampus. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Empat taruna senior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dikeluarkan dari kampusnya. Mereka menjadi tersangka setelah menyiksa juniornya hingga tewas.

Weku Frederik Karuntu, Ketua STIP, mengatakan kasus penyiksaan itu diserahkan sepenuhnya kepada polisi. “Kasus pidana bukan ranah kami,” ujarnya kepada Poskotanews, Rabu (11/1/2017). “Tapi ya, sesuai aturan jika melanggar aturan tingkat pertama maka dikeluarkan.”

Keempat taruna itu adalah SM (20), WS (21), Is (22) dan AR (20). Mereka taruna tingkat 2 sedang korban, Amrulloh Adityas Putra juniornya yang duduk di tingkat 1.

Menurutnya, selama ini pembina telah berupaya mengikis kekerasan yang terjadi di kampus tersebut. Di antaranya dengan pendidikan kerohanian.
“Tapi mengubah karakter tidak gampang, bahkan mustahil,” ujarnya.

(Baca: Siksa Junior Hingga Tewas, 4 Taruna Senior STIP Jadi Tersangka)

Penyiksaan yang menimpa Amrulloh terjadi pada Selasa (10/1/2017) sekira pukul 22:00 di gedung dormitory ring 4, kamar M 205 lantai 2 di kampus tersebut. Empat senior memukuli enam juniornya pada bagian perut, ulu hati dan dada.

Satu per satu digilir dipukuli. Saat tersangka WS memukuli Amrullooh, pemuda 19 tahun itu ambruk ke dada pemukulnya. Ia tak bangun lagi meski sudah direbahkan di tempat tidur. (yp)