Monday, 23 January 2017

Sebelum Tewas Dianiaya, Taruna STIP Ini Kehilangan HP dan Dompet

Rabu, 11 Januari 2017 — 22:23 WIB
Korban Amirullah bersama kembarannya Amar

Korban Amirullah bersama kembarannya Amar

JAKATYA (Pos Kota) – Korban kekerasan senior di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Amirulooh Aditya Putra, 19, ternyata sempat diancam seniornya saat melapor dompet dan handphonenya hilang dari lokernya.

Hal tersebut dikatakan kembaran Amir, Amarullooh saat ia bertemu dengan adiknya tersebut pada Minggu (9/1) di rumahnya. Amir kehilangan handphonenya pada 4 Januari lalu, kemudia melapor ke pihak STIP.

“Setelah melapor, ia mendapatkan ancaman dari senior. Akan diberikan sanksi hukuman karena bisa merusak nama baik STIP,” katanya.

Di dompet tersebut, selain identitas juga ada uang dan ATM-nya, kemudian handphonenya yang digunakan komunikasi dengan keluarga. “Selain ke saya dia juga kasih tau ke Ayah saya. Ayah hanya diam saja dan minta tulus sekolah,” ingatnya.

Amir tewas akibat dianiaya emmat seniornya di asrama usai giat dram band. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kemungkinan adanya tersangka lain. (ilham)

Terbaru

Polisi Santri bertujuan mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Selasa, 24/01/2017 — 0:23 WIB
Polres Subang Kukuhkan Polisi Santri
Satpol PP Kecamatan Setiabudi menertibkan gerobak pedagang yang mangkal di kawasan Guntur, Kelurahan Pasar Manggis, Jaksel. (Rachmi)
Senin, 23/01/2017 — 23:45 WIB
Gerobak Kaki-5 Diangkut Jajaran Kecamatan Setiabudi
Ahok da Djarot saat denat pertama
Senin, 23/01/2017 — 23:06 WIB
Ahok Minta Paslon Lain Membantunya