Friday, 24 February 2017

Ada Demo Mahasiswa, Waspada Macet di Depan Istana

Kamis, 12 Januari 2017 — 8:45 WIB
Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (yendhi)

Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), hari ini Kamis, (12/1/2017), akan menggelar demonstrasi ‘Bela Rakyat 121’di depan Istana Merdeka Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Aksi itu rencananya dimulai pukul 10.00 Wib secara serentak di 19 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Di Jakarta, mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Jabodetabek dan Banten (BSJB) rencananya ada sekitar 500 hingga 700 orang yang akan turun kejalan. Mereka akan berangkat dari kampus masing-masing dengan menggunakan kendaraan pribadi dan bus yang akan berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) terlebih dahulu sebelum melakukan aksi di depan Istana .

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan telah menerima pemberitahuan dari koordinator aksi. Untuk itu, Kepolisian siap mengawal dan mengamakan mahasiswa yang akan turun kejalan tersebut.

“Demo mulai pukul 10.00 Wib, sesuai aturan sampai jam 18.00 Wib (selesai). Massa yang ikut tercatat berjumlah ribuan,” kata Argo, Kamis, (12/1/2017).

Untuk jumlah yang personel yang akan diturunkan, Argo enggan menyebutkan secara rinci. Namun, yang pasti akan disesuaikan dengan jumlah massa yang akan datang.

“Personel yang diturunkan cukup, kita seimbangkan dengan jumlah massa,” ujarnya.

Anggota Kepolisian yang akan dikerahkan, untuk mengawal jalannya aksi yang digadang-gadang untuk menyuarakan rakyat yang kecewa dengan kebijakan pemerintah dalam sektor pangan dan ekonomi tersebut, akan ditempatkan di sejumlah titik yang telah disediakan dan difokuskan depan Istana Merdeka.

Mengingat pergerakan massa yang cukup banyak dan diprediksi akan mengganggu pengguna jalan, maka akan diberlakukan pengalihan arus atau rekayasa lalulintas. Namun, itu hanya bersifat situasional jika memang diperlukan.

“Pengalihan arus melihat perkembangan di lapangan,” pungkas Argo yang juga pernah menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jawa Timur tersebut.

Dalam pernyataan tertulisnya, BEM SI akan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk mencabut PP No 60 Tahun 2016 tentang kenaikan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengatur kenaikan beberapa produk Kepolisian seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Mereka menuntut Presiden Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro rakyat, mereka juga mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling ‘cuci tangan’ dengan kebijakan yang dibuat.

Selain itu, rencananya mereka juga menuntut agar harga kebutuhan pangan bisa distabilkan dan menolak kenaikan tarif listrik golongan 900VA dan mendesak dikembalikan subsidi untuk tarif listrik golongan 900VA. (Yendhi)

Terbaru

ilustrasi
Jumat, 24/02/2017 — 14:58 WIB
Sabtu, 4 TPS di Kota Tangerang Nyoblos Ulang
Ilustrasi
Jumat, 24/02/2017 — 14:39 WIB
Remaja Bercelana Pramuka Ditemukan Tewas