Saturday, 25 November 2017

Anak Tewas Dipukuli, Begini Kecewanya Ayah Amir pada STIP

Kamis, 12 Januari 2017 — 12:08 WIB
Korban Amirullah bersama kembarannya Amar

Korban Amirullah bersama kembarannya Amar

JAKARTA (Pos Kota) – Ayah Amirullah Adityas Putra (19) kecewa dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Jakarta Utara. Anaknya tewas dipukuli senior padahal saat mendaftar diberi jaminan tak ada kekerasan fisik di kampus tersebut.

“Awalnya orangtua tenang karena STIP menyatakan dengan keras tak ada kekerasan bahkan menjamin tak akan ada kekerasan,” ujar Rosadi, ayah Amir, di rumah duka di Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/1/2017).

Jaminan yang disampaikan pihak kampus yang berada dalam binaan Kementerian Perhubungan itu tak berbukti. Amir meregang nyawa dengan luka lebam di dada, ulu hati dan perut akibat disiksa empat seniornya.

(Baca: LPSK Harapkan Tak Ada Intimidasi Saksi Kasus Kematian Taruna STIP)

Selain Amir, empat taruna tingkat 1 lainnya mengalami kekerasan serupa pada saat yang sama. Lima taruna tingkat II pun menjadi tersangka, empat di antaranya yang memukuli Amir hingga tewas pada Selasa (10/1/2017) malam.

Buntut kekerasan maut itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencopot Ketua STIP, Weku F Karuntu. Menteri juga membentuk tim khusus untuk memeriksa kejadian di tempat itu karena kekerasan terus berulang meski sistem telah diubah, bahkan ruangan dilengkapi CCTV. (*/yp)

  • ben syafiq

    Gagalkan jadi Pelaut,
    penjarakan sesuai vonis.
    setujuu…..

  • endun

    Hutang nyawa bayar nyawa !!