Wednesday, 22 February 2017

Bawa Shabu dalam Laptop Usaha Wanita Tetap Sia-sia

Kamis, 12 Januari 2017 — 19:36 WIB
Sindikat pengedar shabu digulung Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Sindikat pengedar shabu digulung Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

TANGERANG (Pos Kota) – Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali membongkar jaringan narkotika internasional di awal Tahun 2017. Jejak sindikat penghancur generasi bangsa terendus saat tiba dari Malaysia.

Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soetta, Erwin Situmorang mengatakan, pengungkapkan itu berawal dari kecurigaan petugas. Seorang penumpang pesawat disinyalir membawa barang berbahaya. ‎Penumpang tersebut berinisial NY seorang wanita asal Indonesia.

Ibu dua anak itu diamankan petugas setiba dari Kuala Lumpur, Malaysia awal Januari ini. Wanita tersebut nekat memasok 441 gram shabu yang disembunyikan di laptop. ‎

“Dari pemeriksaan x-ray terlihat benda yang mencurigakan yang dibawa oleh pelaku. Dia (NY) membawa laptop, saat diperiksa ternyata di dalamnya terdapat narkotika jenis shabu,” kata Erwin, Kamis (12/1/2017).

Kecurigaan petugas Bea Cukai terbukti benar. Saat dipemeriksa, dua paket shabu ditemukan petugas. NY kemudian diamankan dan dilakukan interogasi.

Kepada petugas, perempuan 38 tahun itu mengaku akan dijemput dua pelaku lainnya, yakni PP dan FJ. Kedua pria itu datang ke Bandara Soetta setelah NY meminta menjemputnya. ‎

“Kami berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta dan mengamankan kedua orang tersebut,” kata Erwin.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Ulung Jaya Sampurna menuturkan bahwa tersangka bertindak sebagai kurir. Mereka terlibat dalam sindikat narkotika jaringan internasional yang dikendalikan dari balik Lapas Cipinang.‎

Shabu yang dibawanya itu akan diberikan kepada seorang lelaki berinisial AG. Penghuni Lapas itu yang menyuruh ibu dua anak membawa barang laknat tersebut dari Malaysia ke Indonesia. Rencananya, narkoba itu akan diserahkan ke S yang merupakan adik AG.‎

“Kami terus melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Ulung.

Selain S, aparat juga membekuk tersangka E dan FH. Dari kediamannya polisi menyita timbangan dan kemasan sabu siap edar.

“Modusnya sudah kami ketahui. Ternyata orang yang mengendalikan jaringan ini di Indonesia berasal dari Lapas,” imbuhnya.

Penyelidikan polisi, pengendali kurir sindikat narkoba ini adalah AG. AG merupakan narapidana atas pengedaran narkoba pada kasus sebelumnya dan berada di dalam Lapas yang berada di Jakarta.

“Tersangka dijerat UU nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan terancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau 20 tahun kurungan penjara,” tandas Kapolres. (imam)‎

Terbaru

Pasar Koja Baru sepi pembeli sejak harga kebutuhan pokok naik.. (wandi)
Rabu, 22/02/2017 — 17:48 WIB
Harga Tomat Bikin Tidak Nikmat
jokowi
Rabu, 22/02/2017 — 17:47 WIB
Kukuhkan Pengurus DPP Hanura
Jokowi: Memang, Demokrasi Kita Sudah Kebablasan
Pelanggan beramai-ramai menjual perhiasannya menyusul isu bangkrutnya toko emas di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi
Rabu, 22/02/2017 — 17:34 WIB
Ada Isu Gulung Tikar
Aksi Jual Emas Massal Bikin Pemilik Toko Kelimpungan