Tuesday, 25 July 2017

Bopong ‘Mayat’, Ini yang Ditolak Pendemo ke Jokowi

Kamis, 12 Januari 2017 — 16:05 WIB
Ratusan mahasiswa memprotes kenaikan BBM, listrik, pajak dan harga harga bahan pokok oleh pemerintah secara bersamaan pada awal tahun 2017. (Rihadin)

Ratusan mahasiswa memprotes kenaikan BBM, listrik, pajak dan harga harga bahan pokok oleh pemerintah secara bersamaan pada awal tahun 2017. (Rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek menolak kenaikan harga kebutuhan pokok sampai tarif listrik. Mereka menyampaikannya dengan beraksi dii depan Istana Merdeka Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).

Arak-arakan pengunjuk rasa yang berjalan kaki ke istana tertahan di Kementerian Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan RI. Di hadapan mereka, polisi berjajar memagar betis.

Polisi yang mengawal pengunjuk rasa pun mengalihkannya menuju seberang istana. Mahasiswa pun terus meneriakkan yel-yel tuntutannya. Beberapa pendemo bergantian berorasi dengan pengeras suara.

Sejumlah keranda ikut dibawa pendemo dalam aksinya. Bahkan, beberapa di menggelar aksi tetrikan di antaranya dengan menutup mulut dengan plester dengan tangan terikat, mengusung keranda, membopong ‘mayat’. Hal ini dilakukan pendemo untuk menggambarkan kenaikan harga dan semua kebutuhan membuat mereka kesulitan menjalani hidup sehari-hari.

“Bapak presiden, jangan naikkan harga BBM, jangan naikkan tarif listrik, jangan naikkan harga sembako. Kasihani rakyat,” ujar Hamdan, pengunjuk rasa, “kami ini demo murni, menyampaikan suara rakyat.” (silaen/yp)