Friday, 28 April 2017

Dari Indramayu, Jadi Pelacur di Malaysia Hanya Dibayar Rp 148 Ribu

Kamis, 12 Januari 2017 — 19:16 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Bareskrim Mabes Polri membongkar bisnis lendir dengan iming-imingi menawarkan bekerja ke negeri Jiran Malaysia. Polisi mengamankan seorang germo asal Indramayu, Jawa Barat Andi Afandi di Malaysia, Senin (9/1) lalu.

Parahnya, Deni hanya memasang tarif Rp 148 ribu untuk empat WNI yang dijajakannya di hotel Sibu Malaysia. “Tarif per pelanggan ringgit Malaysia (RM) 70, dipotong untuk penjaga hotel RM 20, sisanya RM 50 (Rp 148 ribu) per pelanggan,” kata Kasubdit IV Bareskrim Kombes Ferdi Sambo kepada wartawan, Kamis (12/1/2017).

Andi, kata Ferdi, sudah menjadi germo selama satu tahun lebih. Dia juga merupakan adik dari tersangka ITA yang saat ini masih dalam pengejaran Bareskrim dan juga Kepolisian Malaysia. “Andi itu adiknya ITA, (menjadi germo) sudah lama, satu tahunan,” kata dia.

Saat ini, pihaknya masih terus koordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk dugaan adanya korban lain. Selain itu juga untuk mengejar tersangka lainnya yang juga diduga terjerat kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Diketahui, Bareskrim sebelumnya telah mengamankan Reni Sulastri, 42, selaku perekrut WNI untuk dipekerjakan di Malaysia. Tawaran menjadi pelayan restoran dan gaji besar hanya tipu muslihat yang diumbar kepada korbannya.

Dua korban Reni yakni, NR, 15, dan NI, 16, yang dia kirim ke Malaysia atas bantuan ACO melalui Kalimatan Barat menggunakan pesawat udara. Di Malaysia disambut oleh ITA yang justru manjadikan dua wanita lugu tersebut sebagai PSK tanpa bayaran.

Beruntung, NR, 16, kabur dan menghubungi keluarganya. Atas kejadian itu keluarga pun menghubungi BNP2TKI untuk memulangkan anaknya sedangkan pengejaran kepada tersangka Reni dilakukan oleh Polres Indramayu bersama Satgas TPPO Subdit 3 Bareskrim Polri. Reni selanjutnya diamankan dan dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan. (adji)