Sunday, 28 May 2017

Investasi Turun, Indonesia-Korsel Dorong Peningkatan Dagang

Kamis, 12 Januari 2017 — 14:59 WIB
Indonesia-Korsel dorong peningkatan dagang

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia dan Korea Selatan mengakui adanya penurunan investasi, sehingga perlu didorong untuk ditingkatkan kembali melalui peningkatan hubungan diplomasi antarpemerintah dan antarparlemen.

Hal tersebut terungkap dalam  kunjungan Ketua Parlemen Republik Korea Selatan, Chung Sye-kyun, kepada  Ketua DPR, Setya Novanto, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (12/1).

“Terlebih lagi Indonesia dan Republik Korea telah menandatangani Deklarasi Bersama untuk Kemitraan Strategis pada tahun 2006  guna meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan politik kedua negara,” ujar Setya Novanto, politikus Partai Golkar, itu usai pertemuan kepada wartawan parlemen Senayan.

Bagi Indonesia, katanya, Republik Korea atau Korea Selatan merupakan mitra penting di bidang ekonomi dan perdagangan.  Total volume perdagangan kedua negara tahun 2014 sebesar 22,5 miliar US dollar, tahun 2015 sebesar 16,1 miliar US dollar, dan pada tahun 2016 (dari bulan Januari sampai Oktober) tercatat sebesar 11,2 miliar US dollar.

Sementara nilai investasi Republik Korea sampai triwulan ke-III 2016 di Indonesia tercatat sebesar 272,3 juta US dollar untuk 499 proyek atau besaran investasi ini mengalami penurunan dibandingkan dengan nilai investasi pada tahun 2015 yang mencapai 1.213,5 juta US dollar untuk 2.329 proyek.

Hal senada diungkap Chung Sye-kyun. Katanya, kerjasama bilateral terkait perdagangan dan ekonomi sudah waktunya ditingkatkan kembali setelah intensitas pertemuan para pemimpin dua negara semakin mesra. “Apalagi hubungan dagang itu memakai prinsip saling menguntungkan, sehingga perlu ditingkatkan,” ujarnya seperti dijelaskan penterjemah. (rinaldi/win)