Thursday, 21 September 2017

Mensos: Harga di E-Warong Insya Allah Lebih Murah

Kamis, 12 Januari 2017 — 15:28 WIB
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa diadampingi Walikota Tangerang dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) saat mencoba belanja minyak goreng di e-warong di Kota Tangerang, Banten. (kemensos)

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa diadampingi Walikota Tangerang dan Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) saat mencoba belanja minyak goreng di e-warong di Kota Tangerang, Banten. (kemensos)

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Sosial (mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pekan depan di 45 kota peluncurkan electronic warung gotong royong (e-warong) sudah selesai. Warung ini sebagai bagian dari proses penyampaikan bantuan sosial (bansos) dan subsidi bagi masyarakat kurang mampu.

“Jadi, pekan depan di 45 kota sudah selesai kita luncurkan e-warong sebagai bagian dari proses penyampaikan bansos dan subsidi bagi masyarakat kurang mampu, ” ujar Mensos usai peluncuran e-warong di Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/1/2017).

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), kata Mensos, di Kota Tangerang sudah diterima warga penerima. Kartu itu multifungsi, selain untuk bansos juga bisa disinergikan dengan subsidi dari pemerintah daerah (pemda).

“Penerima PKH sudah terima KKS yang multifungsi, selain untuk bansos juga bisa disinergikan dengan subsidi lpg 3 kg, pupuk, serta listrik, ” ucapnya.

Beras sejahtera (rastra) dari subsidi menjadi bantuan pangan. Penerima PKH dan rastra bisa bertransaksi di e-warong dengan badan hukum Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS).

“Tidak hanya melayani transaki dari para penerima bansos PKH dan rastra. Di e-warong juga sekaligus menjadi agen bank dari Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara), ” katanya.

Terkait harga di e-warong menggunakan sistem Harga Eceran Tertinggi (HET). HET beras medium Rp 8000, tapi harga nasional Rp 7900 dan untuk gula Rp 12,500. Jadi, insya Allah lebih murah, ” tandasnya. (ril/yp)