Friday, 24 February 2017

Nusantara Sehat Solusi Masalah Maldistribusi Tenaga Kesehatan

Kamis, 12 Januari 2017 — 16:41 WIB
Public expose program Nusantara Sehat. (ist)

Public expose program Nusantara Sehat. (ist)

JAKARTA (Pos Kota)- Indonesia menghadapi masalah maldistribusi tenaga kesehatan. Saat ini sebagian besar tenaga kesehatan berada di Pulau Jawa dan kota-kota besar.

“Untuk itu kita lakukan terobosan dengan program Nusantara Sehat. Tim kesehatan ini menyasar daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan,” papar Menkes Nila Moeloek di sela public expos program Nusantara Sehat kemarin.

Dahulu dikatakan Menkes ada Inpres yang mewajibkan tenaga kesehatan ke bertugas ke daerah. Namun, di era demokrasi Inpres tersebut sudah tidak ada.  “Maka, betapa sulitnya kita melakukan pemerataan tenaga kesehatan. Tetapi kita harus terus melakukannya,” lanjut Menkes.

Sejak dua tahun lalu, Kemenkes telah mulai mengirimkan tenaga kesehatan yang bersedia mengabdi di daerah perifer dengan berbasis tim. Dalam satu tim minimal terdapat 6 keahlian dibidang kesehatan seperti dokter, bidan, ahli lingkungan, ahli gizi dan lainnya.

Pelibatan kaum muda dalam pembangunan kesehatan melalui Nusantara Sehat dianggap dapat mengatasi maldistribusi tenaga kesehatan untuk sementara. Jiwa muda para anggota tim Nusantara Sehat tidak hanya dinilai mampu dapat memberikan alternatif solusi masalah kesehatan, namun juga membawa inovasi pengembangan masyarakat di wilayah tempat mereka berkarya.

Menkominfo, Rudiantara berjanji akan ambil bagian dalam pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Salah satunya adalah menyediakan akses internet di puskesmas-puskesmas daerah tertinggal. “Mengacu pada Perpres maka ada 122 kabupaten yang dinyatakan sebagai daerah tertinggal. Kita akan konsentrasi disitu,” jelasnya.

Ia meminta agar Kemenkes memberikan data Puskesmas atau layanan kesehatan yang membutuhkan akses internet dengan segera. Melalui kebijakan Palapa Ring, Rudiyantara berjanji selambatnya 2019 semua Puskesmas di daerah tertinggal sudah bisa mengakses internet.

“Daerah ini kita petakan, dari sejumlah Puskesmas yang ada di daerah tersebut, berapa yang harus terhubung internet? Lalu tujuannya diperjelas apakah untuk konektifitas antar Puskesmas atau pelayanan bagi masyarakat? Mari berpikir praktis, Let’s make a simple and make people happy”, tutur Rudiantara. (faisal/win)

Terbaru

ilustrasi
Jumat, 24/02/2017 — 14:58 WIB
Sabtu, 4 TPS di Kota Tangerang Nyoblos Ulang
Ilustrasi
Jumat, 24/02/2017 — 14:39 WIB
Remaja Bercelana Pramuka Ditemukan Tewas