Sunday, 28 May 2017

Korban Distrum di Tol Jagorawi

Perampok Sopir Taksi Online Ditangkap Polisi

Kamis, 12 Januari 2017 — 18:36 WIB
AKBP Andi M Dicky Pastika, Kapolres Bogor saat memberikan keterangan pers

AKBP Andi M Dicky Pastika, Kapolres Bogor saat memberikan keterangan pers

BOGOR (Pos Kota) – Satu dari empat tersangka perampokan sopir taksi online Grabcar ditangkap   Kepolisian Polres Bogor di temat persembunyiannya di Cilacap Jawa Tengah.

Aksi kawanan rampok 3 Juni 2016 di tol Jagorawi, N Suharyanto kehilangan mobil Toyota Avanza nopol B 1605 PYN. Ketika itu korban distrum dari belakang oleh pelaku yang duduk di bangku tengah. Usai merampas mobil, korban dibuang di pinggir tol.

Polisi yang melakukan penyelidikan, akhirnya menangkap Juli Ekowinoto 32, satu dari empat pelaku. ” Tersangka i masih menjalani pemeriksaan setelah tiba di Mapolres Bogor dari Cilacap Rabu (11/1) siang,”kata AKBP Andi M Dicky Pastika, Kapolres Bogor Kamis (12/1).

AKBP Dicky mengatakan, modus empat kawanan ini merampok dengan cara berpura-pura memesan Grabcar dari Rawamangun Jakarta dengan tujuan Mall BTM Bogor.

Satu pelaku duduk di samping korban. Sementara tiga lagi duduk di bangku tengah. Ketika melaju di Tol Jagorawi wilayah Babakan Madang Kabupaten Bogor, pelaku langsung melumpuhkan korban dengan cara mencekik, menyetrum, dan menodongkan senjata.

Empat kali di trom membuat korban lemas dan pingsan. Korban kemudian dibuang di jalan Tol Jagorawi. “Korban ditolong petugas PJR dengan membawanya ke kantor Jasa Marga hingga akhirnya membuat laporan,”ujarnya.

AKBP Dicky menambahkan, polisi kini masih mengejar tiga pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui.

Dalam pemeriksaan, tersangka Juli Ekowinoto, warga Kampung Sumur Batu Kelurahan Cempaka Baru Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat ini mengaku, pernah bekerja sebagai sopir Grabcar selama empat bulan.

“Pelaku sengaja jadi sopir Grabcar, agar bisa mempelajari cara merampok mobil,” kata Dicky.

Empat kawanan bandit ini juga tercatat, pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah Cikarang dan Bekasi.

“Hasil kejahatan dari mobil yang mereka rampok dijual. Uangnya untuk berfoya-foya. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat-surat kendaraan dan handphone milik pelaku,” kata Andi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. (yopi)