Monday, 11 December 2017

Tiga Tersangka Korupsi Alat Fitness GOR Tanjung Duren Tidak Ditahan

Kamis, 12 Januari 2017 — 16:09 WIB
Kajari Jakbar, Reda Mathovani. (tarta)

Kajari Jakbar, Reda Mathovani. (tarta)

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Jakbar) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat fitness di GOR Tanjung Duren yang merupakan program dari Dinas Olahraga DKI Jakarta. Namun, ketiganya tidak ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakbar, Reda Manthovani mengatakan jajarannya terus melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi pengadaan alat fitness GOR Tanjung Duren di Dinas Olahraga DKI Jakarta. “Saat ini masih terus dilakukan pengembangan,” jelasnya, dalam acara laporan kinerja tahun 2016 Kejari Jakbar, Kamis (12/1).

Kasi Pidana Khusus Jakbar, Choirun Parapat menambahkan tersangka diduga telah melakukan mark up atau pengelembungan harga dalam pengadaan alat fitness, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 2,4 miliar. Salah satu tersangka telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 300 juta.

“Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, EB sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas Olahraga DKI, serta MC dan MS dari swasta atau rekanan. Mereka tidak ditahan karena kooperatif,” Choirun Parapat.

Pihak Kejari telah memeriksa puluhan saksi mulai dari unsur pejabat di Dinas Olahraga DKI Jakarta, panitia pengadaan, rekanan, bendahara dan lain-lain. Selain itu juga telah melakukan pengeledahan di GOR Tanjung Duren dan menyita sejumlah barang bukti. (tarta)