Wednesday, 14 November 2018

BNNK Depok Gandeng Pengurus PKK Perangi Narkoba

Jumat, 13 Januari 2017 — 10:47 WIB
Kepala BNNK Depok sedang memberikan pemaparan dalam acara workshop penyalahgunaan dan peredaran narkoba (angga)

Kepala BNNK Depok sedang memberikan pemaparan dalam acara workshop penyalahgunaan dan peredaran narkoba (angga)

DEPOK (Pos Kota) – Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Depok, gandengan pengurus PKK untuk perangi Narkoba. Untuk itu, BNNK Depok membentuk Pelopor Anti Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba yang anggotanya terdiri dari pengurus PKK  di lingkungan masing-masing.

Kepala BNNK Kota Depok, Dra. Hesti Cahyasari mengatakan penyalahgunaan dan peredaran narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Salah satu peredaran narkoba adalah melalui pergaulan di lingkungan masing-masing yang perlu dipantau.

“Sebagai upaya pencegahan dan Stop Narkoba di lingkungan kita mengangkat sebanyak 30 orang perwakilan dari masing-masing pengurus kader PKK, lalu pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan penyuluh dari dinas Kemenag,”ujarnya di kegiatan acara Workshop Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkotika di Lingkungan Masyarakat di Hotel Bumi Wiyata,Beji, Kota Depok, Jumat (13/1) pagi.

Menurut Hesti, tujuan dari kegiatan Workshop kali ini adalah memberikan pemahaman akan bahaya dan dampak dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, serta minim pengetahuan tentang bahaya narkoba.

“Para pelopor Stop Narkoba yang kita bentuk sebagian besar adalah orang-orang yang langsung berkecimpung di masyarakat. Berbekal pengetahuan tentang P4GN yang telah kita berikan dapat membantu orang awam dalam mengantisipasi penyalah gunaan dan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,”ungkapnya.

6 dari 100 Pelajar

Sementara itu, berdasarkan data angka prevalensi penyalahguna Narkoba skala Nasional tahun 2015 mencapai angka 2,2% atau setara 4 juta jiwa.  Sedangkan  Kota Depok, hasil penelitian BNN Kota Depok dengan Puslitkes UI pada tahun 2012 menunjukkan bahwa 6 dari 100 pelajar/mahasiswa di Kota Depok sudah menyalahgunakan Narkoba, dan 3 di antaranya sudah dalam tahap teratur pakai.

“Sudah mengkhawatirkannya tingkat peredaran narkoba, perlu ada program yang melibatkan semua komponen masyarakay terlibat dalam program pengembangan kapasitas melalui Workshop dan Training of Trainee (TOT),” tutupnya. (Angga/win)