Monday, 29 May 2017

Pendukung Ahok-Djarot Resmi Laporkan Ormas ke Polda

Jumat, 13 Januari 2017 — 16:55 WIB
Pendukung Ahok-Djarot tunjukkan bukti lapor ke Polda Metrp

Pendukung Ahok-Djarot tunjukkan bukti lapor ke Polda Metrp

JAKARTA (Pos Kota) – Tim pendukung pasangan Ahok-Djarot resmi melaporkan beberapa orang dari organisasi masyarakat (ormas) Islam ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, karena diduga mengintimidasi mereka.

Laporan tersebut diterima Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/202/I/2017/PMJ/ Dit Reskrimum tertanggal 13 Januari 2017. Atas dugaan Memasuki Pekarangan Tanpa Ijin.

Ronny Talapessy, tim Advokasi Ahok-Djarot mengatakan, laporan berdasarkan adanya segerombolan orang yang tiba-tiba datang mengaku dari ormas , saat mereka melaksanakan kegiatan diskusi 9 Januari 2017 lalu.

Agenda diskusi tersebut berkaitan rencana membangun posko kemenangan Basuki-Djarot dan rencana mengundang paslon nomor urut dua tersebut untuk datang ke Wilayah mereka, Paseban, Senen, Jakarta Pusat.

“Dalam diskusi yang sedang dilaksanakan, tiba-tiba datang sekelompok orang yang memasuki rumah dari Pak Johny Zulkarnaen, memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin,” kata Ronny kepada awak media di SPKT Polda Metro Jaya, Jumat, (13/1/2017).

Selain memasuki rumah korban tanpa ijin, ratusan orang itu juga mengintimidasi mereka dengan menyuruh menghentikan diskusi serta melarang untuk mendukung paslon nomor urut dua.

“Kami merasa dirugikan. Kami berharap Polri bekerja secara profesional cepat sehingga pesta demokrasi tidak dinodai dengan hal seperti ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, kelompok ini melakukan aksi secara sistematis, terorganisir, dan direncanakan. Untuk itu, dia berharap Kepolisian cepat menangkap otak pelaku yang menjadi dalang di balik aksi yang merugikan mereka tersebut.

Sedangkan menurut korban, Johny Zulkarnaen, intimidasi yang mereka lakukan yakni ancaman akan membakar posko yang akan mereka dirikan dan ucapan larangan mendukung paslon Ahok-Djarot. “Nah ancaman kan bisa berbentuk mental dan psikis. Nah kita lebih kepada mentalnya,” katanya.

Selain itu, Johny juga menyebut jika saat kejadian berlangsung juga telah terjadi tindak pencurian berupa baju dan spanduk yang rencananya akan mereka pasang. “Baju kotak-kotak satu dan kaos nomor 2 ” pungkasnya.

Pelaku dikenakan Pasal 167 KUHP, tentang Memasuki Pekarangan Tanpa Ijin. (Yendhi)