Saturday, 22 September 2018

Bekas Pacar Istri Digebuki Karena Berhubungan Lagi

Sabtu, 14 Januari 2017 — 6:40 WIB
tonjok

USIA masih terlalu muda, Ganthong, 21, sudah berani nikah. Akibatnya jadi sumbu pendek. Dengar istrinya ada hubungan lagi dengan kekasih lama, tanpa klarifikasi langsung saja Darmin, 20, dipanggil ke rumah untuk digebuki. Dalam kondisi wajah simpang siur Darmin mengadu ke Polsek.

Idealnya anak lelaki itu menikah usia 25-30, sedangkan perempuan 20-25. Tapi jaman sekarang, karena kebanyakan nonton gambar porno di internet, kencing saja belum lempeng sudah menikah. Tujuannya sekedar mau “mbelah duren” itu saja, tanpa memikirkan konsekuensi yang lain. Akhirnya banyak rumahtangga muda yang gagal dalam perkawinan akibat belum siap membangun rumahtangga.

Ganthong warga Kecamatan Bandar, Batang, Jateng, rupanya juga seperti itu. Menikah dengan Nanik, 18, sekedar untuk coba-coba saja. Dia belum siap menghadapi badai kehidupan, sehingga ada masalah kecil saja langsung jadi lelaki sumbu pendek, gampang emosi. Dengar kabar istri telpon-telponan dengan bekas pacar dulu, sudah menganggap penistaan rumahtangga orang.

Ganthong menikah melawan Nanik memang belum lama, kira-kira baru enam bulan berjalan. Ibarat mobil belum pernah ganti olie, wong kilometer belum menunjuk angka 5.000. Jadi masih sayang-sayangnya, ke mana saja pergi selalu berdua. Jika menghadiri resepsi perkawinan misalnya, ketika makan prasmanan suami ngetut pantat bini melulu. Tidak mau blas-blasan cari menu sesuai selera lidah masing-masing.

Tapi di kala rumahtangga itu sedang mesra-mesranya, Ganthong dengar kabar jika bininya suka telpon-telponan dengan Darmin, yang merupakan kekasih lamanya. Dasar pengantin muda yang belum kenyang makan asin dan menisnya kehidupan, langsung saja dia cemburu. Mestinya kan diklarifikasi, dipanggil dan diperiksa sebagai saksi, bukan langsung tersangka.

Kelakuan Ganthong seperti itu. Meski Darmin adalah juga teman sendiri, tapi dia tidak mau tabayun. Langsung saja menuduh Darmin itu penista rumahtangga orang pakai telpon dan SMS. Ganthong ingin memberi pelajaran pada Darmin, kenapa berani-beraninya ganggu bini orang. Kan masih banyak perempuan lain yang bisa diganggu.

Darmin ditelepon agar main ke rumah. Namanya juga teman lama, tanpa curiga dia memenuhi undangan Ganthong. Begitu masuk ruang tamu langsung ditutup. Ewa segitu Darmin tak juga curiga. Tahu-tahu dia ditendang punggungnya dari belakang, sehingga terlempar dari kursi tamu. Mau bangun langsung dihajar lagi. “Salahku apa, kok kamu main pukul begitu saja?” protes Darmin.

Tapi Ganthong tak peduli, dia terus menganiaya Darmin yang kalah medan. Baru setelah ada peluang lolos, pemuda sial itu segera kabur dan melapor ke Polsek Bandar. Tak lama kemudian Ganthong dijemput polisi atas tuduhan tindak pidana penganiayaan. Dalam pemeriksaan dia mengaku cemburu pada Darmin, karena menjalin hubungan lagi dengan istrinya.

Cuma hubungan telepon saja kan, bukan hubungan intim? (JPNN/Gunarso TS)