Sunday, 15 September 2019

Berkas Sri Bintang Pamungkas Belum Lengkap

Sabtu, 14 Januari 2017 — 17:35 WIB
Sri Bintang Pamungkas (ist)

Sri Bintang Pamungkas (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyatakan berkas perkara tokoh politik Sri Bintang Pamungkas tidak lengkap (P18). Secepatnya, berkas perkara makar itu akan dikembalikan ke penyidik Polda Metro Jaya disertai petunjuk (P19).

“Paling lambat, Jumat (20/1) pekan depan berkas dan petunjuk dikembalikan ke Polda Metro Jaya guna dilengkapi,” kata Kasipenkum Waluyo Sabtu (14/1) sore.

Menurut dia, pengembalian berkas perkara Sri Bintang Pamungkas, Jumat pekan depan sesuai dengan ketentuan KUHAP (Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana).

“Dimana satu minggu tim jaksa peneliti harus diberi waktu untuk menyatakan sikap. Dan satu minggu kemudian, tim jaksa peneliti menyiapkan petunjuk.”

Berkas perkara Sri Bintang Pamungkas dilimpahkan tahap pertama oleh Polda Metro Jaya ke Kejati DKI, Jumat (6/1) pekan lalu.

Waluyo menyatakan pernyataan berkas tidak lengkap, karena dari hasil penelitian oleh tim dinyatakan delik formiel dan materiel belum lengkap dan perlu diperbaiki.
“Apa kekurangannya? Saya tidak bisa menyebutkan. Saya hanya dapat katakan delik formiel dan materiel perlu dilengkapi.

JAMRAN DAN RIZAL

Pada bagian lain, Waluyo juga mengemukakan berkas perkara Jamran dan Rizal Kobar juga tidak lengkap dan akan dikembalikan ke penyidik Metro Jaya untuk dilengkapi, paling lambat Jumat pekan depan disertai petunjuk.

“Jaksa kan punya 14 hari untuk teliti berkas. Seminggu pernyataan berkas lengkap atau tidak. Satu minggu berikutnya tim jaksa peneliti harus siapkan petunjuk (19).”
Dua berkas ini bersama berkas Bintang Pamungkas, diterim pelimpahan tahap pertama, Jumat (6/1) pekan lalu. Ketua Tim Jaksa Peneliti Sri Bintang Pamungkas adalah Tomo Sitepu Dkk. Berkas Jamran san Rizal Kobar adalah Payaman Dkk.

Sri Bintang Pamungkas dijerat dengan pasal 107, 108 dan 110 KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) tentang Makar. Jamran dan Riza Kobar dijerat pasal 107 dan 110 KUHP. Serta UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). No. 11/2008.

Ketiga tersangka ini adalah bagian dari sembilan tersangka yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya, pada Jumat (2/12) dinihari menjelang aksi 2/12) yang diikuti oleh dua jutaan Umat Muslim, di Monas dan mengular hingga jalan Thamrin, Patung Tani dan Jalan Merdeka Barat, Merdeka Selatan dan Timur. (ahi)