Sunday, 18 November 2018

Polisi Terus Dalami Pernyataan Habib Rizieq Soal Logo di Uang Rupiah

Senin, 16 Januari 2017 — 12:38 WIB
Habib Rizieq Shihab. (dok/rihadin)

Habib Rizieq Shihab. (dok/rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Polda Metro Jaya masih terus mendalami laporan yang menyeret Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Sihab, yang diduga melakukan penyebaran infomasi bohong dengan mengatakan bahwa  dalam logo mata uang rupiah yang baru dikeluarkan Bank Indonesia (BI) terdapat lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mejelaskan, penyidik saat ini tengah melakukan penyelidikan guna melengkapi berkas.

“Kita masih penyelidikan, kan kalau penyelidikan itu belum dilakukan pemanggilan saksi. Kita masih fokus mencari dan mengumpulkan bukti-bukti serta saksi, habis itu baru kita lakukan gelar perkara,” ujar Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, (16/1/2017).

Seperti diketahui, menjadi viral saat video yang diunggah oleh salah satu akun di media sosial Youtube, dimana dalam video terebut Habib Rizieq melakukan ceramah dengan menyinggung soal uang kertas Rupiah yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), dia menyebut jika dalam uang tersebut terdapat lambang ‘palu arit’ yang merupakan lambang partai terlarang di Indonesia.

Lantas, pihak Bank Indonesia (BI) langsung memberikan klarifikasi yang membantah tuduhan Imam Besar FPI tersebut. BI menjelaskan jika gambar tersebut merupakan logo baru Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. Gambar tersebut merupakan gambar saling isi atau dikenal dengan istilah Rectoverso yang merupakan bagian dari unsur pengamanan uang rupiah.

Dalam kesempatan lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan juga membenarkan pernyataan Bank Indonesia yang membantah pernyataan Habib Rizieq.

“Itu bukan berlambang palu arit. Jadi dua mata sisi itu berbeda. Kalau diterawang, akan terlihat lambang BI. Silahkan dilihat,” ujar Kapolda di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (11/1).

Untuk itu, Kepolisian akan menyelidiki terkait pernyataan Habib Rizieq tersebut apakah sengaja atau tidak, dengan melalui gelar perkara. “Nanti saksi ahli akan kami periksa. Yang menentukan dari pihak Bank Indonesia,” tegasnya.

Jika nantinya memang terbukti ada unsur pidana dalam ceramah Habib Rizieq tersebut. Maka, akan dikenakan dengan Undang-Undang penggunaan media elektronik atau ITE.

“Pelaporan ada ya. Nanti kami tuduhkan Pasal 28 ayat 1 ITE. Itu ujarab kebencian dan kebohongan. Nanti akan kami lengkapi itu, tentu kan ada gelar perkara,” pungkas Kapolda. (Yendhi/win)