Saturday, 17 November 2018

Dengar Ijazah Anaknya Ditahan Sekolah, Anies Geram

Selasa, 17 Januari 2017 — 21:38 WIB
Anies kampanye di Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Anies kampanye di Kebon Jeruk, Jakarta Barat

JAKARTA – (Pos Kota) – Sengaja menghadiri kampanye Calon Gubernur DKI, Anies Baswedan, seorang ibu warga Jalan Citrun, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengadukan nasib anaknya. Dimana ia tak bisa menebus ijazah anaknya yang masih ditahan pihak sekolah.

Yayat, 43, mengaku terpaksa melihat anaknya putus sekolah. Hal itu disebabkan karena ia tak mampu membiayai pendidikan buah hatinya. “Anak saya yang pertama harus putus sekolah pak, karena ngalah sama adiknya yang juga mau masuk sekolah,” katanya, di depan Anies, Selasa (17/1).

Karena tak memiliki biaya itu, anak pertamanya tak bisa melanjutkan sekolah ke SMK. Namun yang paling parah, pihak sekolah, hingga kini masih menahan ijazah SMP anaknya, karena selama ini ia masih menunggak iuran. “Katanya ijazah itu baru dikasih, kalau sudah bayar tunggakannya, cuma kan saya nggak punya duit,” ungkap Yayat.

Mendengar hal tersebut, Anies geram atas apa yang dialami Yayat. Sebab, pihak sekolah sepatutnya tak menahan ijazah peserta didik.”Itu jelas sekolahnya melanggar kalau sampai menahan ijazah. Nanti kami akan siapkan advokasi untuk ibu,” janji Anies kepada si ibu.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai, sekolah mungkin akan panik jika wali murid tidak membayar SPP, karena pihak sekolah, khususnya sekolah swasta, akan kebingungan menggaji guru serta membayar beberapa kebutuhan penunjang, seperti air dan listrik. “Di sini perlu ada keseimbangan, agar biaya pendidikan di swasta tidak terlalu mahal dan dapat dijangkau oleh semua warga miskin,” ungkap Anies.

Karena itu, Anies menyebut ada solusi yang ditawarkannya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Salah satunya memberikan bantuan kepada siswa melalui KJP Plus, yang bisa didapatkan anak yang masih aktif ataupun putus sekolah. “Dengan adanya KJP Plus, pastinya permasalah ini tak akan terjadi lagi,” tuturnya.

Anies juga menambahkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ke semua pemangku lembaga pendidikan, termasuk pengelola sekolah swasta. Nantinya, lembaga pendidikan bakal diberikan bantuan oleh pemerintah untuk menekan biaya pendidikan.”Kami masih akan mencari solusi untuk menurunkan biaya pendidikan bagi warga miskin,” ungkapnya. (Ifand)

  • Mangap

    kalau melapor ke Anies cuma dikasih advokasi. kalau lapor ke Ahok dibereskan, atau dibayari.
    jadi pilih mana ?