Thursday, 20 September 2018

Peternak Sapi Poktan Desa Majasari Indramayu Jadi Percontohan

Selasa, 17 Januari 2017 — 13:32 WIB
Ilustrasi. (taryani)

Ilustrasi. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Ternak sapi yang dikembangkan Kelompok Tani (Poktan) Tunggal Rasa, Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi percontohan di  Kabupaten Indramayu.

Ternak sapi di  desa tersebut mengalami perkembangan pesat. Awal beternak sapi hanya  32 ekor selang beberapa tahun jumlahnya berkembang menjadi  207 ekor. Uniknya peternak sapi anggota Kelompok Tani Ternak “Tunggal Rasa” itu sebagian besar para suami yang ditinggal istri ke luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita.

Ketua Poktan Tunggal Rasa, Desa Majasari,  Slamet dijumpai Pos Kota, Selasa (17/1) mengatakan, selain beternak sapi, penggembala sapi   juga mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. “Kami mengakui berkembangnya usaha ternak sapi ini berkat dorongan pemerintah khususnya  Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu,” ujar Slamet.

Kuwu Desa Majasari,Wartono,S.Pd.,MSi mengatakan, keberhasilan ternak sapi di desanya  menjadi perhatian dan inspirasi banyak pihak sehingga menjadi proyek percontohan. “Yang lebih menarik lagi,   pengelola ternak sapi itu adalah para suami yang ditinggalkan istrinya bekerja ke luar negeri,” katanya.

Menurut Wartono, stigma suami yang ditinggalkan istri ke luar negri sebagai TKW itu  sering dicap negatip di masyarakat. Suami yang ditinggal istri bekerja ke luar negeri itu  dianggap masyarakat sering menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak baik.

“Berkat kesibukan mengelola ternak sapi, kesan negatif yeng kerapkali mendera suami yang kesepian  ditinggal istri jadi TKW itu berangsur-angsur hilang. Bapak-bapak ini meski ditinggal istri ke luar negeri, tapi kesibukan sehari-harinya sangat luar biasa. Sehingga hampir tidak  ada waktu lagi bagi mereka keluyuran yang tidak karuan,” katanya.

Kesibukan suami-suami yang ditinggal istri ke luar negeri itu sejak pagi mengantar anak atau cucu ke sekolah. Selesai itu mereka pergi ke kandang sapi dan mengurus ternak sapinya.

“Sore harinya mereka sibuk mencari rumput. Malam hari tentu saja capek dan istirahat tidur. Jadwal kegiatan sehari-hari sangat sibuk.  Sehingga nyaris tidak ada kesempatan untuk ke luar malam atau begadang,” ujarnya. (taryani/win)