Friday, 23 June 2017

Di Aceh WN Inggris Ditangkap

19 WNA di Jakarta Pusat dan Timur Diamankan

Rabu, 18 Januari 2017 — 19:53 WIB
Kantor Imigrasi Jakarta Pusat memberi keterangan pers soal penangkapan WNA (silaen)

Kantor Imigrasi Jakarta Pusat memberi keterangan pers soal penangkapan WNA (silaen)

JAKARTA (Pos Kota) – Seorang warga negara Inggris berinisial JAM ditangkap oleh Kantor Imigrasi Takengon, Aceh, Minggu (15/1) lalu.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, mengatakan WN Inggris berusia 36 tahun itu, diamankan karena diduga penyalahgunaan bebas visa kunjungan.
“Ternyata, dia menggunakan untuk izin tinggal. Diduga, dia melakukan kegiatan yang mencurigakan,” kata Agung, di Jakarta, Rabu (18/1).

Namun, Agung tidak merinci perbuatan mencurigakan JAM yang tiba di Indonesia, 11 Januari 2017.

TEMPAT BERBEDA

Pada bagian lain, 19 Warga Negara Asing dari berbagai negara, ditangkap dalam dua tempat berbeda, oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Timur dan Kanim Jakarta Pusat.

Kepala Kanim Jakarta Timur Montano Rengkung menyebutkan jajarannya mengamankan 11 warga asing asal Nigeria enam orang dan sisanya asal India.

“Mereka diduga menyalahgunakan izin tinggal dan tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan atau paspor,” katanya, di Kanim Jakarta Timur, Rabu (15/1).

Dua warga India ditangkap, di Mall Basura, Cipinang Besar dan tiga warga India lainnya, di Apartement Sentra Timur, Cakung, 16 Januari. Serta 10 warga Nigeria, di Casablanca East Residence, 10 Januari. Dimana satu diantaranya sudah diajukan ke pengadilan, sebab warga Nigeria tidak dapat menunukan paspornya.

PEMALSU VISA

Sedangkan delapan WNA lain ditangkap oleh Kanim Jakarta Pusat, di Kemayoran. Mereka diduga tidak dapat menunjukan dokumen perjalanan saat dilakukan pengecekan, 17 Januari.

Menurut Kepala Kanim Jakpus Tato Juliadin Hidayawan, semua warga India dan diduga mereka adalah jaringan pemalsu visa asing atau negara lain dan cap keimigrasian asing dan negara lain, yang dikomandani warga India berinisial LS atau Viki.

“Petugas lalu menangkap Viki di kawasan Sukabumi. Sebelumnya, dari pengembangan diamankan tiga warga India lainnya,” ungkapnya dalam keterangan pers, di Kanim Jakpus, secara terpisah.

Dari penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti, berupa cap keimigrasian Fiji, Jamaika, Taiwan, Cina dan Maldives serta dokumen perusahaan fiktif. (ahi/silaen)