Thursday, 15 November 2018

DPR Minta Menpar Rutin Laporkan Kunjungan Wisman Tiongkok

Rabu, 18 Januari 2017 — 10:06 WIB
Gedung DPR RI di Senayan. (ist)

Gedung DPR RI di Senayan. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan Komisi X DPR  meminta kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk melaporkan kunjungan wisatawan Tiongkok setiap bulannya, dari tahun 2016 hingga saat ini. Hal ini penting untuk  menyikapi keresahan masyarakat, akibat kedatangan tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi X DPR Muslim, terkait rapat kerja Komisi X dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (17/01/2017).

“Dengan adanya laporan, akan diketahui jumlah kedatangan dan kepulangan para wisatawan. Hal ini untuk meminimalisir hadirnya Warga Negara Asing (WNA) ilegal di Tanah Air,” kata Muslim.

Dia menyatakan, mungkin wisatawan itu masuk sebagai turis, kemudian bekerja di perusahaan, dan tidak kembali ke negaranya. “Kami membutuhkan laporannya, supaya yang meresahkan masyarakat ini, dapat kita ketahui secara real dimana permasalahannya,” kata wakil rakyat asal Aceh itu.

Muslim menambahkan,  maraknya kehadiran TKA itu juga menjadi catatan Komisi X. Ia tak menampik, hal ini juga imbas dari pemberlakuan dari Bebas Visa Kunjungan kepada 169 negara.

“Untuk itu kita minta evaluasi terkait negara-negara yang mendapat bebas visa dari Indonesia. Khususnya untuk wisatawan China. Ini menjadi catatan,” kata politisi Fraksi Demokrat itu.

Sebelumnya, Menpar Yahya menjelaskan, dalam kurun waktu Januari hingga November 2016, kunjungan wisatawan mancanagera ke Indonesia mencapai 10,4 juta kunjungan, dari target 12 juta kunjungan. Sementara untuk wisatawan nusantara, tercapai 239 juta perjalanan, dari target 260 juta perjalanan.

“Program Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia mendapatkan 46 penghargaan di 22 negara. Bahkan untuk penghargaan World Halal Tourism Award 2016, Indonesia memenangkan 12 dari 16 kategori yang dilombakan,” kata Arief. (*/win)