Wednesday, 19 September 2018

Kapolri Diminta Hati-hati Bicara Soal Fatwa MUI

Rabu, 18 Januari 2017 — 11:13 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di kantor Majelis Ulama Indonesia. (rihadin/dok)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat jumpa pers di kantor Majelis Ulama Indonesia. (rihadin/dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian diminta untuk hati-hati dalam membicarakan Fatwa MUI (Mejelis Ulama Indonesia). Mestinya Kepolisian berterima kasih kepada MUI, dan tidak dibalik bahwa apa yang disampaikan para  ulama itu dianggap sebagai ancaman bagi kebhinekaan Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, kemarin, terkait pernyataan Kapolri yang menyebutkan  fatwa MUI berpotensi menjadi ancaman kebhinekaan di negeri ini.

Untuk itu, Fahri meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tidak berpandangan negatif dengan fatwa MUI. “Untuk itu, ia menyarankan agar Kapolri lebih banyak lagi melakukan konsultasi dengan para ulama sebagai penjaga umat.

“Ini agar Kapolri tidak berpandangan atau berasumsi sendiri. Kapolri dan jajaran kepolisian selayaknya banyak berkonsultasi dengan para ulama terkait fatwa MUI dan juga keterkaitannya dengan kehidupan berbangsa bernegera,” ujarnya.

Ditegaskannya, MUI  telah banyak berperan bagi negara, dan sejauh ini menjadi  panutan bagi umat Islam. Tentunya ini penting dalam menuntun umat dan sekaligus mengawal umat dalam berbangsa dan bernegara. Terlebih, umat Islam merupakan bagian terbesar di negeri ini.

“Oleh karena itu, selayaknya Kepolisian bersikap positif kepada ulama, dan mohon tidak dibalim, MUI sebagai masalah, fatwa MUI jadi ancaman kebhinekaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, diberitakan di berbagai media, saat berbicara di PTIK, Selasa (17/1), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyatakan fatwa MUI  akhir-akhir ini berpotensi menimbulkan ancaman bagi kebhinekaan negara ini. Fatwa MUI juga dinilai menimbulkan implikasi luas dan berpengaruh ke dalam sistem hukum di negara kita. (*/win)